√ Pengertian Ulul Azmi, 5 Rasul Ulul Azmi & Kisahnya (Lengkap)

Pengertian Ulul Azmi, 5 Rasul Ulul Azmi & Kisahnya (Lengkap) – Jika sebelumnya Pendidik telah membahas mengenai Pengertian Nabi dan Rasul maka pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai apa itu ulul azmi, dan siapa sajakah rasul yang memperoleh gelar ulul azmi dan bagaimana kisahnya. Nah langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Contents

Pengertian Ulul Azmi, 5 Rasul Ulul Azmi & Kisahnya (Lengkap)

Berikut ini merupakan pengertian ulul azmi.

Pengertian Ulul Azmi

Ulul azmi merupakan suatu gelar kenabian yang diberikan kepada rasul Allah SWT yang memiliki ketabahan serta kesabaran yang luar biasa dalam mengajarkan tauhid.

Arti lain dari ulul azmi merupakan suatu gelar khusus yang diberikan kepada beberapa nabi dan rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa ketika sedang berdakwah dalam menyebarkan agama Islam.

Hal tersebut sudah dibuktikan pada saat para nabi berdakwah mensyiarkan ajaran Islam, namun mereka memperoleh cobaan yang begitu berat, bahkan sangat berat. Akan tetapi para nabi tersebut tetap sabar dan tabah serta selalu berdo’a kepada Allah SWT supaya orang – orang yang didakwahi mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Jika dalam dakwahnya para nabi tersebut tidak mau membukakan hati dan pikiran mereka kaum yang didakwahi, bahkan mereka mengingkari dan membantahnya, maka sesungguhnya Allah SWT akan memberikan azab dan balasan kepada mereka yang durhaka kepada Allah SWT dan Allah SWT akan menyelamatkan para nabi tersebut dan pengikutnya yang sudah beriman.

Ciri dan Sifat Ulul Azmi

Ada beberapa yang menjadi ciri dan sifat dari gelar ulul azmi yang terdapat pada para nabi dan rasul, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Nabi tersebut memperoleh wahyu dari Allah SWT

2. Mendapatkan pengiktirafan dari Allah SWT

3. Memilikim keazaman (kemauan) yang tinggi selama berdakwah

4. Memiliki seruan dakwah yang bersifat umum untuk umat manusia maupun jin

5. Menerima maupun wajib menyampaikan kitab samawi

6. Memiliki kesabaran yang tinggi

7. Senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar kaumnya diberikan hidayah

8. Selalu senantiasa memohon kepada Allah SWT agar kaumnya tidak diberikan azab.

Sebagaimana dalam Q.S Al-Ahqaf ayat 35

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا الْقَوْمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya: “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”

Karena jika dilihat secara umum, maka hal yang paling lebih ditekankan adalah tekad dan juga keteguhan hati yang kuat dan disertai kesabaran dan ketabahan hati yang luar biasa dalam menghadapi masalah serta segala bentuk rintangan dan tantangan dalam mendakwahkan agama Allah SWT.

Rasul Ulul Azmi dan Kisahnya

Ada 5 rasul yang mendapatkan gelar ulul azmi, sebagaimana dalam Q.S Asy-Syura ayat 13

۞ شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Artinya: “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).”

Berikut 5 Rasul ulul azmi bersama kisahnya:

1. Nabi Nuh A.s

Nabi Nuh merupakan rasul atau nabi pertama yang mendapatkan wahyu dan wajib menyampaikan kepada umatnya. Nabi nuh ini memiliki kesabaran dan ketabahan yang luar biasa ketika menyebarkan ajaran Islam meskipun tantangan dan rintangan begitu banyak dan berat. Inilah mengapa nabi nuh memperoleh gelar ulul azmi.

Dalam perjuangannya mensyiarkan agama Islam bertahun – tahun, tiada henti-hentinya Nabi Nuh untuk mengajak keluarganya, kerabat, dan kaumnya untuk meninggalkan kebiasaan mereka yakni menyembah berhala, agar kembali menuju jalan yang benar, jalan yang Allah Ridhoi.

Bahkan anak nabi nuh yang bernama Kan’an bersama istrinya sangat menentang ajaran Nabi Nuh. Kaum nabi Nuh merupakan salah satu generasi yang pernah dalam hidup sejarah manusia yang menimbulkan kedzaliman, bahkan menurut sejarah kekejian tersebut akan diwariskan ke generasi selanjutnya secara turun temurun.

Namun, MasyaAllah Nabi Nuh selalu berdo’a dan meminta kepada Allah SWT agar kaumnya diberikan petunjuk, dan apabila kaumnya ingkar terhadap ajaran Allah SWT, maka janji Allah SWT pasti akan datang yakni azab yang sangat pedih.

Dan Nabi Nuh kemudian meminta perlindungan kepada Allah SWT dan keselamatan untuk dirinya dan juga kaumnya yang beriman kepada Allah. Nabi nuh juga berdo’a agar tidak ada satu orang kafirpun yang selaamat dari azab allah SWT.

Kemudian Allah SWT mengabulkan do’a Nabi Nuh, yakni Allah turunkan banjir yang menenggelamkan seluruh isi bumi kecuali perahu nabi Nuh yang berisi nabi Nuh dan para kaumnya yang beriman kepada Allah SWT. Sedangkan para kaum yang mengingkari semua tenggelam termasuk Kan’an anak nabi Nuh.

2. Nabi Ibrahim A.s

Nabi Ibrahim juga merupakan nabi yang mendapatkan gelar ulul azmi karena ketabahan dan juga kesabarannya. Bahkan dari sejak nabi Ibrahim bayi, ia sudah diasingkan ke dalam gua yang disebabkan karena perintah raja Namrud untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir.

Saat nabi Ibrahim beranjak dewasa, Ia harus di hadapkan dengan raja dan masyarakat penyembah berhala, termasuk kedua orang tuanya yang merupakan pembuat berhala.Pada saat itu raja Namrud yang mengaku sebagai Tuhan geram dan marah ketikan nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala tersebut, hingga akhirnya raja Namrud memerintahkan kepada bala tentaranya untuk menangkap nabi Ibrahim dan menghukumny.

Kemudian bala tentaranya menghukum nya dengan membakar nabi Ibrahim secara hidup-hidup. Mereka semua mengira bahwa nabi Ibrahim telah hancur dan menjadi abu. Namun kuasa allah SWT  setelah apinya padam, nabi Ibrahim keluar dari puing-puing bakaran tersebut dengan selamat, tanpa ada luka sedikitpun.

3. Nabi Musa A.s

Nabi musa lahir di negeri Mesir yang pemerintahannya pada saat itu dipimpin oleh raja Fir’aun. Pada saat itu semua manusia harus tunduk dan patuh serta menyembah Fir’aun, bahkan jika ada bayi laki-laki yang terlahir maka harus dibunuh. Singkat cerita bahwa pada saat itu seluruh manusia tunduk kepada Fir’aun, kecuali nabi Musa dan pengikutnya.

Karena dengan ketabahan dan keberanian nabi Musa, Ia tetap menyampaikan ajaran yang benar yakni ajaran Islam. Meskipun banyak sekali cobaan dan juga rintangan, namun Beliau tetap menerima. Selain itu, mukjizat yang dimiliki oleh nabi Musa adalah terkait dengan tongkatnya yang dapat berubah menjadi ular ketika diajak untuk beradu oleh penyihir-penyihir jahat, namun tongkat nabi Musa dapat membelah laut merah pada saat nabi Musa serta pengikutnya dikejar oleh raja Fir’aun yang akan membunuhnya.

4. Nabi Isa A.s

Nabi Isa merupakan satu-satunya nabi yang dilahirkan tanpa ayah. Ibu dari nabi Isa ini bernama Siti Maryam, pada saat itu Siti Maryam banyak sekali mendapatkan fitnah dari kaum yahudi. Kemudian ditengah sang ibu mendapatkan fitnah dan cacian, Allah SWT memberikan mukzizat kepada nabi Isa a.s yang pada saat itu masih bayi bisa berbicara dan menjelaskan semuanya apa yang telah terjadi.

Nabi Isa a.s merupakan nabi yang juga memperoleh gelar ulul azmi, karena dengan ketabahan dan kesabarannya dalam menyebarkan agama Islam. Hal tersebut dapat dilihat pada saat Beliau dituduh sebagai penista kaum Yahudi, ketika muridnya berkhianat dan saat dirinya hendak dibunuh oleh bangsa romawi. Namun Nabi Isa tetap mendoakan mereka agar diberi petunjuk oleh Allah SWT.

5. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad merupakan nabi dan rasul yang terakhir, yakni sebagai penutup para nabi-nabi sebelumnya. Nabi Muhammad adalah penyempurna agama Islam. Sejak kecil hingga dewasa Beliau memiliki hati yang sangat bersih, jujur, tidak pernah berbohong, dan bersih dari maksiat.

Selain itu, mukjizat yang paling besar yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad adalah Al-Qur’an, yang menjadi pegangan dan pedoman dalam hidup. Selain itu, ada juga peristiwa isra’ mi’raj yakni perintah turunnya melaksanakan sholat 5 waktu.

Pengertian Ulul Azmi, 5 Rasul Ulul Azmi & Kisahnya (Lengkap)
Pengertian Ulul Azmi, 5 Rasul Ulul Azmi & Kisahnya (Lengkap)

Setelah mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk menyebarkan agama Allah, ia selalu mendapatkan cobaan dan ujian yang berat. Seperti hinaan dan cacian dari kaum quraisy, bahkan pada saat Beliau sedang berdakwah, ada yang melemparinya dengan kotoran.

Nabi Muhammad sempat di usir oleh kaum kafir dari Mekkah, kemudian Beliau beserta pengikutnya hijrah ke Madinah. Akan tetapi Allah SWT selalu memberikan pertolongan dan keselamatan untuk Nabi Muhammad dan para pengikutnya yang beriman.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Ulul Azmi, 5 Rasul Ulul Azmi & Kisahnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih 🙂