7 Dasar dan Prinsip Kepemimpinan Menurut Islam

7 Dasar dan Prinsip Kepemimpinan Menurut Islam – Kali ini kita akan membahas mengenai kepemimpinan dalam Islam. Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang paling sempurna, dengan selalu memberikan pengaturan untuk kehidupan dan segala sesuatu yang akan dilakukan oleh umat Islam. Islam juga memberikan pengajaran tentang kepemimpinan dalam Islam, karena segala sesuatu yang dibutuhkan ummat-Nya telah diatur dengan baik di dalam kitab suci Al-qur’an dan as-Sunnah.

Untuk mengetahui apa saja sih dasar dan prinsip kepemimpinan dalam Islam, simaklah penjelasan berikut ini:

7 Dasar dan Prinsip Kepemimpinan Menurut Islam

Adapun dasar dan prinsip kepemimpinan dalam Islam adalah sebagai berikut:

1. Bertaqwa kepada Allah SWT

Menjadi seorang pemimpin kita harus menanamkan etika dan dasar kepemimpinan yang sangat kuat yakni bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana di dalam Al-Qur’an surat Ali- Imran ayat 102 Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan memeluk agama Islam.”

Taqwa inilah yang menjadi dasar untuk menjadi seorang pemimpin. Sehingga ia takut melarang akan larangan dari Allah SWT sehingga nantinya akan selalu menjaga perilakunya sesuai dengan aturan. Memiliki rasa qinaah atau rela dengan sesuatu walaupun  hanya terlihat sedikit dimata manusia.

2. Adil

Poin selanjutnya adalah adil. Jika seorang pemimpin sudah bertaqwa maka akan selalu bersikap adil dalam menjalankan kepemimpinannya. Allah menyukai orang-orang yang memiliki sifat terpuji. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat An-nahl ayat 90-92

Baca Juga:  Inilah 8 Tanda dan Ciri Rasa Takut Kepada Allah SWT

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebijakan, memberi kepada kamu kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (16: 90)

3. Amanah (Dapat Dipercaya)

Di dalam syariat Islam, seorang pemimpin harus memiliki sifat yang amanah atau dapat dipercaya serta tidak munafik. Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-qur’an surat ayat 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا﴿٥٨

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.”

4. Bertanggung Jawab

Kemudian dasae kepemimpinan selanjutnya adalah tanggung jawab. Sebagaimana yang dinyatakan di dalam surat An-nahl ayat 93-96

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan”. (16: 93)

Menjadi seorang pemimpin  berarti harus memikul dan bertanggung jawab tidak hanya di dunia akan tetapi juga di akhirat. Karena segala sesuatunya kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

5. Istiqarah dan Musyawarah

Seorang pemimpin haruslah selalu bisa mengajak bawahan atau masyarakatnya untuk selalu bermusyawarah serta selalu menerapkan sifat istiqarah yaitu berserah diri atas pilihan yang ditentukan oleh Allah SWT sebagaimana terdapat di dalam Al-Qur’an surat As-Syura ayat 38

Baca Juga:  √ Hukum Suami Mendiamkan Istri Menurut Pandangan Islam

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Artinya: “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.”

6. Suri Tauladan

Dalam Islam, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat dijadikan sebagai suri tauladan yang baik. Seperti yang dikatakan di dalam Al-Qur’an surat Al-ahzab ayat 21 yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

7. Disiplin

Selanjutnya ada prinsip disiplin. Seorang pemimpin haruslah memiliki sebuah prinsip disiplin. Sama halnya dengan yang diajarkan Islam, shalat adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda dalam keadaan apapun, maka dari itu shalat dapat memberikan pengajaran kepada kita untuk disiplin. Seorang pemimpin haruslah memiliki sifat disiplin.

Itulah penjelasan singkat mengenai 7 Dasar dan Prinsip Kepemimpinan Menurut Islam. Semoga dapat bermanfaat yaa. Terimakasih 🙂