Qadha Sholat: Cara Mengqodho Sholat dengan Benar & Dalil

Qadha Sholat: Cara Mengqodho Sholat dengan Benar & Dalil  Dalam Islam sholat merupakan tiangnya agama, bahkan sebaik apapun amalan orang tersebut jika dia tidak mempunyai sholat maka semua itu akan sia-sia.

Oleh karena itu haram hukumnya jika seorang muslim dengan sengaja meninggalkan sholat fardhu 5 waktu. Namun dalam agama diperbolehkan untuk mengqodho sholat apabila memang tertinggal. Akan tetapi dalam mengqodho sholat tentu memiliki syarat dan ketentuan tertentu, tidak bisa sembarang meninggalkannya begitu saja, kemudian diqodho. Tetapi daripada tidak sama sekali lebih baiknya di qodho.

Pada kesempatan kali ini Pendidik akan memberikan penjelasan tentang tata cara mengqodho sholat lima waktu sesuai dengan syariat. Nah untuk itu langsung saja yuk kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Contents

Qadha Sholat: Cara Mengqodho Sholat dengan Benar & Dalil

Sebelum kita bahas mengenai cara mengqodho sholat, terlebih dahulu kita akan membahas tentang arti dari qodho. Apasih qodho itu???

Dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabi Imam al-Syafi’i menjelaskan qadla shalat adalah

وأما القضاء: فهو تدارك الصلاة بعد خروج وقتها، أو بعد أن لا يبقى من وقتها ما يسع ركعة فأكثر وإلا فهي أداء

Artinya: “Adapun qadla (dalam shalat) ialah melaksanakan shalat sesudah habisnya waktu, atau sesudah waktu yang tidak mencukupi untuk menyelesaikan satu rakaat atau lebih. Kondisi sebaliknya disebut adâ’.”

Kesimpulan dari ayat diatas adalah jika sholat yang dilaksanakan pada waktunya maka disebut adâ’ dan jika dilaksanakan di luar waktunya maka disebut qadla.

Adapun menurut Al-Khin dan Al-Bagha, ada dua macam qadla, berikut keterangannya:

وقد اتفق جمهور العلماء من مختلف المذاهب على أن تارك الصلاة يكلف بقضائها، سواء تركها نسياناً أم عمداً، مع الفارق التالي: وهو أن التارك لها بعذر كنسيان أو نوم لا يأثم، ولا يجب عليه المبادرة إلى قضائها فوراً، أما التارك لها بغير عذر- أي عمداً – فيجب عليه – مع حصول الإثم – المبادرة إلى قضائها.

Artinya: “Mayoritas ulama dari berbagai ulama sepakat bahwa seseorang yang meninggalkan shalat dituntut untuk mengqadla-nya, ia meninggalkannya secara sengaja ataupun tidak, perbedaanya adalah: jika ia meninggalkan shalat karena udzur, baik lupa ataupun tidur maka ia tidak berdosa namun mesti segera mengqadla-nya, sedangkan bagi yang meninggalkannya dengan sengaja, maka ia terkena dosa dan dituntut segera mengqadla-nya.”

Nah jadi sudah dapat kita ketahui bahwa lupa ataupun sengaja kita tetap harus mengqodho sholat, dan sebaiknya dilakukan dengan secepat mungkin jika kita ingat langsung kerjakan.

Cara Mengqodho Sholat Sesuai Syariat

Adapun cara dalam mengqodho sholat adalah sebagai berikut:

1. Waktu Pelaksanaan Sholat Qodho

Mengenai waktu banyak pendapat, ada yang mengatakan dengan sesegara mungkin dan ada juga yang mengatakan dengan waktu yang lebih longgar atau memiliki waktu senggang.

Sebagaimana dalam sebuah hadits dikatakan:

مَنْ نَسِيَ صَلاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا

Artinya: “Siapa yang terlupa shalat, maka lakukan shalat ketika ia ingat.” (HR. Bukhari)

لاَ ضَيْرَ – أَوْ لاَ يَضِيرُ – ارْتَحِلُوا فَارْتَحَل فَسَارَ غَيْرَ بَعِيدٍ ثُمَّ نَزَل فَدَعَا بِالْوَضُوءِ فَتَوَضَّأَ وَنُودِيَ بِالصَّلاَةِ فَصَلَّى بِالنَّاسِ

Artinya: “Rasulullah beliau menjawab,”Tidak mengapa”, atau ” tidak menjadi soal”. “Lanjutkan perjalanan kalian”. Maka beliau SAW pun berjalan hingga tidak terlalu jauh, beliau turun dan meminta wadah air dan berwudhu. Kemudian diserukan (adzan) untuk shalat dan beliau SAW mengimami orang-orang.”(HR. Bukhari)

2. Tata Cara Mengqodho Sholat

Islam adalah agama yang tidak menyulitkan, bahkan dalam mengqodho sholatpun tidak begitu rumit. Adapun caranya adalah sama saja dengan melaksanakan sholat seperti biasanya hanya saja ada perbedaaan pada kata “adaa’an ( اَدَاءً )” diganti menjadi “qodhooan ( قََضَاءً )” pada niatnya.

Apabila sholat yang tertinggal lebih dari satu, maka bisa langsung dilanjutkan untuk mengqodho sholat berikutnya.

Adapun niat Mengqodho sholat lima waktu adalah sebagai berikut:

a. Niat Qodho Subuh

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usholli fardhos subhi rok’ataini mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat qodho karena Allah ta’ala

b. Niat Qodho Dzuhur

أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usholli fardhoz zuhri arba’a roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat qodho karena Allah ta’ala

c. Niat Qodho Ashar

أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usholli fardhol ‘ashri arba’a roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat fardu Asar empat rakaat menghadap kiblat qodho karena Allah ta’ala.

d. Niat Qodho Maghrib

أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usholli fardhol maghribi tsalatsa roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat fardu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat qodho karena Allah ta’ala.

e. Niat Qodho Isya

أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة قضاء لله تعالى

Usholli fardhol isya’i arba’a roka’atin mustaqbilal qiblati qodho’an lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat fardu Isya empat rakaat menghadap kiblat qodho karena Allah ta’ala.

3. Pendapat Madzhab Syafi’i Tentang Qadha Sholat

Imam Nawawi yakni seorang mujtahid fatwa dalam lingkungan madzhab Syafi’i, menerangkan dalam kitab Syarah Muslim bahwa: seseorang yang tertinggal sholat fardhu maka wajib di qadha.

Jika yang tertinggal itu karena udzur yang memaksa maka qadha boleh dilambatkan, akan tetapi sunnah untuk disegerakan. Sedangkan bila tertinggal tanpa udzur atau dengan sengaja, maka wajib qadha dengan sesegara mungkin.

Adapun membayar atau mengqodho sholat yang banyak tertinggal maka harus dibaya menurut tertib ketika meninggalkannya, yakni yang dahulu maka di dahulukan dan yang kemudian dikemudiankan. Tertib ini hukumnya adalah sunnah.

Kemudian bagaimana dengan tertinggalnya sholat sunnah yang biasa dikerjakan seperti sholat sunnah rawatib yakni sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu, maka hal tersebut juga harus di qadha.

Namun jika sholat sunnah yang dikerjakan karena sebab khusus seperti sholat kusuf matahari atau gerhana matahari, khusuf bulan atau gerhana bulan dan sejenisnya, maka jika sudah terlewat dari waktunya maka tidak disyariatkan untuk mengqadhanya.

Qadha Sholat: Cara Mengqodho Sholat dengan Benar & Dalil
Qadha Sholat: Cara Mengqodho Sholat dengan Benar & Dalil

Dalil Madzhab Syafi’i

عن ابى هريرة لرضي االله عنه انّ رسول االله ص. م حين قفل من غزوة سارليله
حتّى اذاادرآه الكرى عرّس وقال لبلال: اآلاء لناالليل فصلّى بلال ماقدّرله ونام
رسول االله ص.م واصحابه فلمّاتقرب الفجراستندبلال الى راحلته مواجه
الفجرفغلبت بلال عيناه وهومستندالى راحلته فلم يستقظ رسول االله ص.م ولابلال
ولا احدمن اصحابه حتّى ضربتهم الشمس وآان رسول االله ص.م اوّلهم
استقاظاففزع رسول االله ص.م فقال: اى بلال ! فقال بلال: اخذبنفسى الذى
اخذبأبى انت وامّى يا رسول االله بنفسك قال:اقتادوا فاقتادوا رواحلهم شيأ ثمّ توضأ
رسول االله ص.م فأمربلالافأقام الصلاة فصلّى بهم الصبح. فلمّاقضى الصلاة قال:
من نسي صلاة فليصلّهااذاذآرهافانّ االله قال: اقم الصلاة لذآرى (رواه مسلم)
م)

Artinya:

“Dari Abu Hurairah Ra. bahwasanya Nabi Muhammad Saw. ketika kembali dari peperangan Khaibar, beliau berjalan malam hari, sampai beliau mengantuk dan lain herhenti untuk tidur. Nabi memerintahkan kepada sahabat beliau bernama Bilal (tukang adzan) supaya berjaga-jaga, jangan tidur, dikhawatirkan jangan tertidur semuanya. Nabi terus tidur dan Bilal terus sholat pada malam buta itu. Tetapi setelah dekat fajar. Bilal pun mengantuk pula, tidak tahan matanya, maka beliau bersandar pada kendaraannya dan lalu tertidur pulas pula. Maka Rasulullah dan sahabat-sahabat, begitu juga Bilal yang disuruh berjaga-jaga, dibangunkan oleh matahari yang sudah tinggi, dan waktu subuh luputlah. Rasulullah Saw. mula-mula terbangun dan beliau sangat susah, lalu berkata kepada Bilal: Hai Bilal, bagaimana ini ? Bilal menjawab: Wah, sayapun tertidur pula ya Rasulullah, saya tak kuat menahan mata saya. Lalu Nabi memerintahkan supaya seluruh sahabatnya berangkat, naik onta semuanya. Tidak jauh dari tempat itu beliau berhenti lagi dan langsung berwudhu’, memerintahkan kepada Bilal supaya qamat. Maka Nabi sembahyang Subuh bersama-sama mereka, mengqadha sembahyang yang luput. Setelah selesai mengqadha
sholat Nabi bersabda : Barangsiapa kelupaan sholat, maka hendaklah la bayar (qadha) sholat itu kapan dia ingat, karena Tuhan berfirman: “Tegakkanlah sholat untuk mengingat Aku”.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Qadha Sholat: Cara Mengqodho Sholat dengan Benar & Dalil. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita. Terimakasih 🙂