Pengertian Dasawisma, Fungsi, Peran,Tujuan & Contohnya – Sudah tidak asing lagi jika kita mendengar dasawisma. Karena sebagian dari kita tentu sudah ada yang menjadi anggota dasawisma atau bahkan ada yang belum tahu nih. Sebenarnya dasawisma ini diadakan untuk mempermudah mengurus warga. Artinya dasawisma itu mata dan tangan di lapangan. Langsung aja yuk kita simak penjelasan pendidik sebagai berikut:
Contents
Pengertian Dasawisma, Fungsi, Peran,Tujuan & Contohnya
Pengertian Dasawisma
Dasawisma adalah kelompok sosial kemasyarakatan yang terdiri dari sekitar 10 sampai 20 rumah tangga yang berada dalam satu wilayah tertentu, biasanya masih dalam satu RT atau lingkungan yang saling berdekatan. Dasawisma merupakan unit terkecil dalam gerakan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemerintah di tingkat keluarga.
Kata dasawisma berasal dari dua kata, yaitu “dasa” yang berarti sepuluh dan “wisma” yang berarti rumah. Secara harfiah, dasawisma dapat diartikan sebagai kelompok sepuluh rumah tangga. Namun dalam praktiknya, jumlah anggota dasawisma tidak harus tepat sepuluh, melainkan bisa lebih atau kurang, tergantung kondisi wilayah dan jumlah kepala keluarga yang ada.
Dasawisma dibentuk dengan tujuan untuk mempermudah pendataan keluarga serta memperlancar pelaksanaan program pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan keluarga. Melalui dasawisma, informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan kesehatan keluarga dapat dikumpulkan secara lebih akurat dan terorganisir.
Fungsi dan Peran Dasawisma
Dasawisma memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di tingkat akar rumput. Beberapa fungsi utama dasawisma antara lain:
1. Fungsi Pendataan Keluarga
Dasawisma berperan sebagai sumber data utama mengenai kondisi keluarga di lingkungannya. Data yang dikumpulkan meliputi jumlah anggota keluarga, keberadaan ibu hamil, balita, lansia, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, hingga kepemilikan jamban dan akses air bersih. Data ini sangat penting sebagai dasar perencanaan program pemerintah.
2. Fungsi Sosial dan Kesejahteraan
Melalui kegiatan dasawisma, warga dapat saling membantu dan mempererat hubungan sosial. Dasawisma sering menjadi wadah untuk membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, sakit, atau terkena musibah.
3. Fungsi Edukasi dan Penyuluhan
Dasawisma menjadi sarana penyampaian informasi dan edukasi kepada keluarga, seperti penyuluhan kesehatan, gizi, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengelolaan keuangan rumah tangga.
4. Fungsi Penggerak Program PKK
Program-program PKK seperti posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan pemanfaatan pekarangan biasanya dijalankan melalui kelompok dasawisma.
Tujuan Pembentukan Dasawisma
Tujuan utama pembentukan dasawisma adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Secara lebih rinci, tujuan dasawisma antara lain:
Mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera
Meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam pembangunan
Mempermudah koordinasi antara masyarakat dan pemerintah
Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial antarwarga
Struktur Organisasi Dasawisma
Struktur organisasi dasawisma umumnya sederhana, namun tetap terorganisir dengan baik. Susunan kepengurusan biasanya terdiri dari:
Ketua Dasawisma: Bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan seluruh kegiatan dasawisma.
Sekretaris: Mengelola administrasi, pencatatan data keluarga, dan laporan kegiatan.
Bendahara: Mengelola keuangan dasawisma, seperti iuran, arisan, atau dana sosial.
Anggota: Seluruh ibu rumah tangga atau perwakilan keluarga yang tergabung dalam kelompok dasawisma.
Contoh Kegiatan Dasawisma
Kegiatan dasawisma sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Beberapa contoh kegiatan dasawisma antara lain:
1. Pendataan Rutin Keluarga
Anggota dasawisma melakukan pendataan berkala mengenai kondisi keluarga, termasuk ibu hamil, balita, dan lansia.
2. Kegiatan Posyandu
Dasawisma membantu pelaksanaan posyandu dengan mengajak warga hadir, menyiapkan tempat, dan mendukung kegiatan penimbangan balita.
3. Pemanfaatan Pekarangan
Anggota dasawisma menanam sayuran atau tanaman obat keluarga (TOGA) di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
4. Kerja Bakti Lingkungan
Dasawisma mengoordinasikan kegiatan kebersihan lingkungan seperti membersihkan selokan dan pengelolaan sampah rumah tangga.
5. Kegiatan Sosial
Misalnya arisan, penggalangan dana untuk warga yang sakit, serta bantuan bagi keluarga kurang mampu.
Contoh Dasawisma dalam Kehidupan Masyarakat
Sebagai contoh, Dasawisma Melati di RT 05/RW 03 terdiri dari 14 rumah tangga. Kelompok ini aktif melakukan pendataan keluarga setiap enam bulan sekali, membantu pelaksanaan posyandu balita, serta mengembangkan kebun TOGA bersama. Selain itu, dasawisma ini juga rutin mengadakan pertemuan bulanan untuk membahas permasalahan lingkungan dan kesejahteraan keluarga.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dasawisma merupakan organisasi kemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Keberadaan dasawisma membantu pemerintah dalam pendataan dan pelaksanaan program pembangunan, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Dengan pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, dasawisma dapat menjadi sarana efektif untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Demikianlah penjelasan singkat tentang Pengertian Dasawisma, Fungsi, Peran,Tujuan & Contohnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi yang membacanya. Terimakasih 🙂