Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap)
Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap)

√ Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap)

Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap) – Istilah fiksi sudah tidak asing lagi bagi kita, apalagi bagi pelajar yang sudah mempelajari pelajaran bahasa Indonesia. Fiksi merupakan suatu karangan non ilmiah yang ceritanya bukan berdasarkan dari kenyataan, melainkan dari imajinasi dan pikiran seseorang. Nah untuk mengetahui lebih jelasnya, pada kesempatan kali ini Pendidik akan memberikan penjelasan mengenai pengertian fiksi, non fiksi, jenis, ciri dan juga contohnya. Untuk itu langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap)

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai fiksi baik secara umum maupun menurut para ahli.

Pengertian Fiksi

Secara umum arti dari fiksi adalah sebuah prosa naratif yang bersifat imajinasi atau karangan non ilmiah dari penulis yang bukan berdasarkan dari kenyataan. Sehingga fiksi ini tidak terjadi di dunia nyata melainkan hanya imajinasi dari seseorang saja.

Adapun kata “fiksi” berasal dari bahasa Inggris yakni “Fiction” yang artinya adalah rekaan maupun khayalan. Fiksi ini terkadang dapat masuk akal dan dapat mengandung kebenaran yang mendramatiskan hubungan antar manusia.

Sedangkan Non-Fiksi merupakan suatu karangan yang isinya bukanlah imajinasi atau pikiran dari seseorang, akan tetapi non fiksi merupakan suatu karya seni yang bersifat faktual atau berdasarkan dengan kenyataan serta mengandung kebenaran di dalamnya.

Adapun pengertian fiksi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. Henry Guntur Tarigan

Fiksi merupakan suatu bentuk karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi atau pemikiran dari seorang penulis.

2. Krismarsanti

Fiksi merupakan suatu karangan yang berisi kisah maupun cerita yang dibuat berdasarkan suatu khayalan maupun imajinasi dari seseorang.

3. Semi

Fiksi merupakan suatu jenis narasi literer yang berupa cerita rekaan pengarang dan tanpa memperdulikan kenyataan maupun realistisnya.

4. Thani Ahmad

Fiksi merupakan suatu cerita naratif yang timbul dari imajinasi suatu penulis atau pengarang serta tidak memperdulikan fakta dari sejarah.

5. Nurgiantoro

Fiksi merupakan sebuah prosa naratif yang memiliki sifat imajinatif. Akan tetapi umumnya masuk akal serta mengandung kebenaran yang mendramatiskan hubungan antar manusia.

6. Wellek dan warren

Fiksi merupakan suatu bangunan struktur yang koheren serta tetap memiliki tujuan yang estetik.

7. Abrams

Fiksi merupakan suatu bentuk cerita rekaan maupun cerita khayalan karya naratif yang tidak menyaran pada kebenaran sejarah.

8. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Fiksi diartikan sebagai cerita rekaan seperti (roman, novel dan lain sebagainya), rekaan khayalan, dan tidak berdasarkan dengan kenyataan, pernyataan  yang hanya berdasarkan khayalan atau pemikiran.

Jenis-Jenis Fiksi

Adapun jenis-jenis fiksi yang biasanya terdapat dalam suatu kaarya sastra adalah sebagai berikut:

1. Novel

Novel merupakan salah satu jenis fiksi yang menceritakan tentang seorang tokoh utama dengan pro ataupun kontra dalam ceritanya, mulai dari awal hingga akhir novel yang memiliki klimaks atau ending.

2. Roman

Roman merupakan suatu bentuk karya fiksi yang menceritakan mengenai beberapa tokoh dalam alur ceritanya. Untuk jenis fiksi roman ini mengandung banyak sekali hikmah dalam ceritanya serta cenderung mengarah pada cerita yang klasik.

3. Cerpen

Cerpen merupakan salah satu jenis fiksi yang merupakan suatu karangan yang isinya jauh lebih sedikit daripada novel dan roman. Untuk salah satu jenis fiksi ini memiliki daya tarik tersendiri karena dapat menjadi pembelajaran awal bagi penulis dalam membuat sebuah suatu karya tulis.

Ciri – Ciri Fiksi

Fiksi memiliki ciri ciri tersendiri, adapun beberapan ciri-ciri fiksi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Dalam cerita Fiksi bersifat rekaan atau imajinasi dari pengarang

2. Dalam fiksi terdapat kebenaran yang relatif ataupun tidak mutlak

3. Biasanya fiksi ini menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya

4. Fiksi tidak memiliki sistematika yang baku

5. Karya fiksi tujuannya menyasar pada emosi atau perasaan dari pembaca, dan mengesampingkan logika

6. Dalam karya fiksi terdapat pesan moral ataupun amanat tertentu.

Contoh Fiksi

Ada beberapa contoh fiksi dari jenis jenis fiksi yang sudah dijelaskan diatas, berikut ini penjelasannya:

1. Contoh Fiksi Roman

Ada banyak sekali contoh fiksi roman. Seperti roman percintaan, roman psikologis, dan roman pertualangan. Karya sastra yang berbentuk fiksi roman diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Si Dul anak Jakarta (Roman anak dan remaja)
  • Gadis empat zaman (Roman percintaan)
  • Katak hendak menjadi lembu (Roman psikologi)
  • Mencari pencuri anak perawan (Roma kriminal dan detektif).

2. Contoh Fiksi Novel

Karya sastra yang dalam bentuk novel sudah banyak sekali ditemukan di toko buku, adapun beberapa contoh dari fiksi novel adalah sebagai berikut:

  • Ketika cinta bertasbih
  • Dilan 1990
  • Kekasih Impian
  • Tenggelamnya kapan vender wick.

3. Contoh Fiksi Cerpen

Adapun contoh fiksi cerpen yang sering ditemukan di media cetak yakni koran dan majalah. Adapun beberapa contoh fiksi cerpen diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tinggal kenangan
  • Trauma
  • Oh mama oh papa.

Contoh Cerita Fiksi

Cinderella

Pada zaman dahulu kala,ada seorang gadis baik hati yang bernama Cinderella. Dia amat sangat baik hati dan cantik. Namun sayang ayahnya telah meninggal dunia. Kemudian sepeninggalan ayahnya ia tinggal bersama ibu dan saudara tirinya.

Cinderella selalu disiksa setia harinya, dipekerjakan selayaknya pembantu seperti disuruh menyetrika, cuci piring, ngepel dan lain sebagainya. Walaupun begitu Cinderella tetap percaya bahwa suatu hari ia akan hidup bahagia. Singkat cerita pada suatu hari, ada seorang pangeran yang ingin mencari permaisuri. Nah kemudian diadakanlah sebuah pesta dansa besar di istana, namun cinderlella tidak diizinkan untuk ikut.

Lalu datanglah ibu peri yang menolongnya.  Cinderella pun disulap menjadi seorang putri cantik. Saat tiba di istana, sang pangeran jatuh cinta pada Cinderella, kemudian mengajaknya berdansa. Akan tetapi cinderlella pun lupa kalo ia tidak boleh pulang lebih dari jam 12, karena semua sihir akan berakhir.

Denting lonceng pukul 12 terdengar, dan Cinderella berlari. Tak terasa, sebelah sepatu kacanya terlepas dan tercecer di tangga istana. Sang pangeran memungutnya, pada saat itu ia mengumumkan barangsiapa ada kaki yang pas dengan sepatutersebut, maka siapapun dia, akan dia jadikan isteri.

Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap)
Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap)

Namun, sepatu itu tidak pas di kaki siapapun yang mencobanya, termasuk 2 kakak tiri Cinderella. Kemudian Cinderellapun ikut mencobanya, dan ternyata kakinya pas! Cinderella akhirnya menikah dengan Pangeran dan hidup bahagia selamanya.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Fiksi, Non Fiksi, Jenis, Ciri & Contohnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih 🙂