Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap)
Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap)

√ Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap)

Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap) – Istilah puasa tentu sudah tidak asing lagi bagi umat Islam, terlebih umat Islam memiliki kewajiban untuk melaksanakan puasa wajib selama satu bulan full, yakni di bulan Ramadhan. Namun ada banyak sekali puasa – puasa sunnah yang dianjurkan dan merupakan sunnah Nabi SAW.

Nah pada pembahasan kali ini Pendidik akan memberikan penjelasan mengenai puasa Ayyamul Bidh yang mencakup pengertian, niat, tata cara dan keutamaannya. Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang dilaksanakan oleh Rasulullah Saw. Untuk mengetahuinya langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap)

Berikut ini merupakan pembahasan seputar puasa ayyamul bidh.

Puasa Ayyamul Bidh

Kata ayyamul bidh merupakan bentuk jamak dari kata “al-yauma” yang berarti hari, dan “bidh” yang berarti putih. Sehingga Ayyamul Bidh biasa disebut dengan puasa putih. Puasa sunnah ini biasanya dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender hijriyah, karena pada tanggal tersebut bulan terlihat berwarna putih terang.

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya: “Jika engkau ingin mengerjakan puasa tiga hari pada setiap bulannya, maka kerjakanlah puasa itu pada tanggal 13, 14, dan 15 (di bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi).

Jika dilihat dari hadits diatas, maka dapat disimpulkan bahwa puasa ayyamul bidh dilaksanakan pada pertengahan bulan atau biasa disebut juga dengan puasa tengah bulan. Setiap muslim disunnahkan untuk melaksanakan 3 kali puasa dalam sebulan setidaknya, sehingga puasa ayyamul bidh ini juga diutamakan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: “Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan shalat Dhuha, (3) mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”

Meskipun puasa sunnah ayyamul bidh ini dilakukan di pertengahan bulan, akan tetapi tetap diharamkan melaksanakan puasa di tanggal 13 dzulhijjah, karena pada tanggal tersebut merupakan bagian dari hari tasrik, yakni umat Islam diharamkan untuk melaksanakan puasa.

Adapun puasa ayyamul bidh juga dilaksanakan sama seperti puasa ramadhan atau puasa – puasa sunnah lainnya, tidak ada perbedaan hanya saja berbeda dalam lafal niatnya saja. Puasa ini memiliki banyak sekali keutamaan, salah satunya memperoleh rahmat dari Allah SWT.  Untuk lebih jelasnya nanti akan kita bahas.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Adapun niat puasa ayyamul bidh adalah sebagai berikut

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunnah karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Ada beberapa tata cara yang dapat dilakukan saat kita hendak melaksanakan puasa sunnah ayyamul bidh, diantaranya adalah sebagai berikut:

Loading...

1. Niat

Sebelum melaksanakan puasa, tentu kita diwajibkan untuk niat terlebih dahulu. Untuk melafalkan niat dapat dilakukan pada malam hari, saat sahur atau bahkan setelah terbit fajar. Asalkan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. Adapun niat dari puasa ayyamul bidh ini adalah seperti yang sudah di tuliskan diatas.

2. Harus Seizin Suami

Jika seorang istri hendak berpuasa sunnah, maka sebaiknya bersama suaminya atau dengan seizin suaminya. Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

Artinya: “Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.”

3. Dianjurkan Dilaksanakan Saat Tidak Sedang Berpergian

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.”

4. Tidak Dilaksanakan Pada Tanggal 13 Dzulhijjah

Puasa sunnah ayyamul bidh meskipun dilaksanakan di tengah bulan, namun tidak berlaku jika dilaksanakan pada bulan dzulhijjah tanggal 13atau setelah idul adha, karena pada tanggal tersebut adalah bagian dari hari tasyrik yakni hari dilarang untuk berpuasa karena masih melakukan aktivitas penyembelihan kurban.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Ada beberapa keutamaan dari puasa ayyamul bidh, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ayyamul Bidh Adalah Teladan Rasulullah Saw

Puasa sunnah ayyamul bidh adalah puasa sunnah yang selalu Rasulullah Saw kerjakan, hingga beliau wafat. Sehingga puasa ayyamul bidh sangat baik untuk kita kerjakan karena teladan yang baik dari baginda kita Nabi Muhammad Saw.

2. Puasa Ayyamul Bidh Pahalanya Sama dengan Puasa Satu Tahun

Sebagaimana dalam sebuah hadits dikatakan:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya : “Mengerjakan puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).

Tidak ada yang bisa melaksanakan puasa sepanjang tahun, maka laksanakanlah puasa ayyamul bidh, karena InsyaAllah pahalanya sama seperti puasa sepanjang tahun.

Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap)
Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap)

3. Menentramkan Hati dan Menundukkan Hawa Nafsu

Dengan melaksanakan puasa sunnah ayyamul bidh, maka atas izin Allah SWT kita akan memperoleh ketenangan hati, ketentraman hati, serta dapat membantu menundukkan hawa nafsu saat terjadi fenomena alam yang dapat membuat kondisi psikologi menjadi sangat sensitif. Sehingga Nabi Muhammad Saw menganjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah ini agar mampu meredam emosi dengan baik dan dapat terkontrol.

Demikianlah penjelasan mengenai Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih 🙂