Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap)
Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap)

√ Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap)

Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap) – Jika mendengar istilah tanda baca maka tentu sudah tidak asing lagi bagi kita, karena setiap membaca kita pasti akan menemukan tanda baca pada bacaan tersebut. Nah apa sih tanda baca itu, apa kegunaannya, pada kesempatan kali ini Pendidik akan memberikan penjelasan mengenai pengertian tanda baca, jenis, fungsi dan juga contoh tanda baca. Untuk itu langsung saja yuk kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap)

Berikut ini merupakan pengertian dari tanda baca.

Pengertian Tanda Baca

Tanda baca merupakan suatu simbol yang ada dalam kebahasaan. Dan simbol kebahasaan ini memiliki banyak sekali bentuk dan macamnya, dan setiap bentuk memiliki fungsinya masing – masing. Arti lain dari tanda baca merupakan suatu simbol yang berperan sebagai penunjuk struktur dan organisasi pada suatu tulisan serta intonasi dan jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.

Adapun aspek dari tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang tergantung pada pilihan penulisnya. Sehingga aturan tanda baca berbeda antarbahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang.

Macam atau Jenis Tanda Baca dan Contohnya

Ada 15 macam atau jenis tanda baca, berikut ini adalah penjelasannya:

1. Tanda Titik (.)

Tanda titik memiliki fungsi sesuai dengan dimana tanda titik tersebut di gunakan. Penjelasan penggunaan tanda titik (.) adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan pada akhir kalimat maupun tulisan yang memiliki bentuk bukan seruan atau pernyataan
  • Penggunaan dibelakang angka atau huruf yang terdapat dalam suatu bagan, daftar serta ikhtisar
  • Penggunaan sebagai pemisah angka pada jam, menit serta detik yang menunjukkan waktu
  • Digunakan dalam daftar pustaka, letak tanda titik ini ada diantara nama penulis serta judul tulisan yang tidak diakhiri dengan tanda tanya atau tanda seru.
  • Penggunaan tanda titik untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya
  • Penggunaan pada akhir judul yang berupa kerangka karangan, judul tabel dan lain sebagainya
  • Digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah
  • Penggunaan tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.

Beberapa Contohnya:

  • Ayahku guru agama.
  • Dia datang kerumahku pukul 10.45.15 (10 lewat 45 menit 15 detik).
  • Jumlah penduduk desa itu adalah 4.765 Jiwa.

2. Tanda Koma (,)

Tanda koma memiliki fungsi sebagai pemisah atau untuk memisahkan anak kalimat atau hal – hal yang disebutkan dalam kalimat, baik itu untuk keperluan singkatan, gelar, angka – angka. Adapun aturan penggunaan tanda koma (,) adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan tanda koma sebagai pemisah suatu kalimat setara dengan kalimat setara selanjutnya yang biasanya didahului oleh kata seperti, tetapi, melainkan
  • Tanda koma digunakan diantara unsur – unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Contoh saya menjual cincin, gelang, dan kalung.
  • Sebagai pemisah anak kalimat dari induk kalimat, apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya. Contoh Karena lapar, ia tinggalkan ibunya.
  • Penggunaan dibelakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya “jadi”, “oleh karena itu”, “lagi pula”, “meskipun begitu”, “akan tetapi”, dan lain sebagainya.
  • Sebagai kata pemisah kata seperti “o”, “ya”, “wah”, “aduh”, dan lain sebagainya dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Contoh, Wah, kamu cantik sekali.
  • Penggunaan tanda koma sebagai pemisah petikan langsung dari bagian lain dari suatu kalimat. Contohnya: Kata dia “dia sangat bahagia”.
  • Penggunaan tanda koma diantara: nama dan alamat, bagian – bagian alamat, tempat dan tanggal, serta nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
  • Penggunaan tanda koma diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga ataupun marga.
  • Penggunaan tanda koma untuk mengepit keterangan tambahan yang bersifat tidak membatasi.

3. Tanda Titik Koma (;)

Tanda titik koma biasanya digunakan untuk jeda pada suatu kalimat dan pemotongan pada suatu daftar. Kegunaan tanda titik koma diantaranya adalah:

  • Dipakai untuk memisahkan bagian – bagian kalimat yang sejenis dan juga setara. Contohnya: Malam semakin laurt; dia belum pulang juga.
  • Tanda titik koma yang digunakan untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Contohnya: Ayah mengajar ngaji di majlis; ibu sibuk memasak di dapur; kakak mengurus berkas pekerjaannya; saya sendiri asyik mendengarkan murottal.

4. Tanda Titik Dua (:)

Secara umum, tanda titik berfungsi untuk mengawali penguraian pada suatu kalimat. Adapun penggunaan tanda titik dua adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan tanda titik dua setelah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
  • Digunakan (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara surah dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
  • Penggunaan titik dua dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam suatu percakapan.
  • Penggunaan tanda koma diakhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti dengan rangkaian ataupun pemerian.

Beberapa contoh penggunaan tanda titik dua adalah sebagai berikut:

Nama: Azkiya Shalihah

Jurusan: Perbankan Syariah

(v) Tempo, I (31), 1972:6

(vi) Surah Yasin: 9

(vii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.

Ibu : “Kiya, kemari nak!”

Kiya: (datang menghampiri) ” Iya Ada apa, bu?”

Kiya : “Tolong cucikan baju itu !”

5. Tanda Hubung (-)

Tanda hubung berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, dan rentang suatu nilai. Adapun penggunaan tanda hubung dalam suatu tulisan adalah sebagai berikut:

  • Digunakan sebagai penyambung suku – suku kata dasar atau kata yang berimbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.
  • Digunakan untuk menyambungkan kata yang memiliki unsur pengulangan kata atau kata ulang.
  • Digunakan untuk menyambungkan huruf dari kata yang di eja satu persatu dan juga pada bagian – bagian tanggal.
  • Digunakan untuk merangkai suatu kata dengan kata sebelum atau sesudahnya yang dimulai dari huruf kapital, kata atau huruf dengan angka, angka dengan kata atau huruf.
  • Digunakan untuk merangkai suatu unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

Contoh penggunaan tanda penghubung (-)

Loading...
  • Anjani peringkat ke-2 di kelas.
  • Azkiya dan baktt akan jalan-jalan keliling Bandung di hari ke-3 setelah pernikahannya.

6. Tanda Pisah (—)

Tanda pisah adalah tanda baca yang secara tampilan mirip dengan tanda hubung, namun lebih panjang dan memiliki fungsi yang berbeda. Adapun penggunaan tanda pisah adalah sebagai berikut:

  • Digunakan sebagai pembatas penyisipan dalam kata atau pada suatu kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
  • Digunakan untuk menegaskan adanya keterangan posisi maupun keterangan yang lain sehingga kalimat tersebut menjadi lebih jelas.
  • Digunakan di antara dua bilangan atau kata dengan arti “sampai dengan” atau “sampai ke”.

Adapun contoh penggunaan tanda pisah adalah “Saya berkuliah dari September 2014 – Juli 2018.

7. Tanda Elipsis (…)

Tanda elipsis merupakan suatu tanda yang pada umumnya digunakan sebagai penghilangan dengan sengaja suatu kata atau frasadari teks aslinya. Tanda ini juga dapat menunjukkan jeda pada suatu pembicaraan, pikiran yang belum selesai, atau pada akhir kalimat, penurunan volume menuju tingkat yang rendah atau senyap. Adapun penggunaan tanda elipsis adalah sebagai berikut:

  • Digunakan dalam suatu kalimat atau dialog yang terputus – putus. Contohnya: Saya ingin pergi …bagaimana kalo besok berangkatnya.
  • Digunakan untuk menunjukkan bahwa ada dalam suatu bagian kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. Contoh: … kemudian saya akan pergi ke Bandung, sebab-sebab penurunan … akan dilteliti lebih dalam.

8. Tanda Tanya (?)

Adapun penggunaan tanda tanya adalah sebagai berikut:

  • Digunakan pada akhir kalimat tanya.
  • Digunakan di dalam kurung untuk menyatakan suatu bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya.

Contoh penggunaan tanda tanya:

  • Pada tahun berapakah kamu akan menikah ?
  • Ia dilahirkan pada tahun 1997 (?) Sendalnya yang seharga 120.000 rupiah hilang (?)

9. Tanda Seru (!)

Tanda seru berfungsi sebagai penegas, yakni memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru perlu untuk diperhatikan. Penggunaan tanda seru adalah

  • Digunakan di akhir kalimat perintah
  • Digunakan di akhir ungkapan atau pernyataan yang mendeskripsikan tentang kesungguhan, ketidakpercayaan, ketakjuban, maupun rasa emosi yang sangat kuat.

Contohnya:

  • Bersihkan tempat itu sekarang juga!
  • Segera selesaikan tugas itu!
  • Semangatt !

10. Tanda Kurung ((…))

Tanda kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh umum atau orang banyak. Adapun Penggunaan tanda kurung adalah sebagai berikut:

  • Digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Contohnya: PPPKI (Pemufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia)  merupakan suatu organisasi kumpulan dari beberapa organisasi-organisasi.
  • Digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan. Contohnya: Pertumbuhan anak kucing tersebut semakin hari semakin bagus (lihat tabel 8 )
  • Digunakan untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan. Contohnya: Strategi pemasaran terdiri dari 4p yakni (a) produk, (b) harga, (c) tempat, dan (d) promosi.
  • Tanda kurung juga digunakan mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Contohnya: Peserta LCT itu berasal dari (kota) Bandung.

11. Tanda Kurung Siku ([…])

Penggunaan tanda kurung siku diantaranya adalah

  • Mengapit huruf, kata, maupun kelompok kata sebagai suatu koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Pada umumnya tanda tersebut digunakan untuk menyatakan bahwa terdapat kesalahan dalam naskah asli. Contohnya: Seorang anak gadis tersebut me[l]ihat neneknya di tikam.
  •  Mengapit suatu keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. Contohnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab 111 [lihat halaman 43––48]) perlu dijelaskan kembali di sini.

12. Tanda Petik (“…”)

Penggunaan tanda petik adalah sebagai berikut:

  • Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya. Contohnya: “Dia akan pergi” kata Indah.
  • Mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contohnya: Karangan Ir.Adiwarman yang berjudul “Bank Islam” diterbitkan pada tahun 2010.
  • Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Contohnya: Dia menggunakan androk panjang yang biasanya dikenal dengan “rok span”.

13. Tanda Petik Tunggal (‘…’)

Penggunaan tanda petik tunggal digunakan untuk:

  • Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Contohnya: “waktu ku sedang lelah menunggu, tiba-tiba ada suara handphone berdering bunyi pesan ‘sayang besok aku akan melamarmu’, dan seketika rasa lelah ku saat berjuang untuk  menunggu hilang”.
  • Mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Contohnya: feed-back ‘balasan’.

14. Tanda Garis Miring (/)

Tanda garis miring digunakan untuk:

  • Nomor surat, nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Contohnya: Jalan Jenderal Sudirman III/10.
  • Pengganti kata “atau” dan “tiap”. Contohnya: harganya Rp 2.500 / lembar (harganya 2.500 rupiah tiap lembarnya).

15. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)

Tanda penyingkat atau Apostrof merupakan suatu tanda yang digunakan untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.

Contohnya:

  • Undang Undang Dasar ’45 (’45 menujukkan tahun 1945)
  • Walau ke ujung dunia ‘kan ku bawa (‘kan menunjukkan kata akan).

Fungsi Tanda Baca

Secara umum, fungsi tanda baca adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengatur jeda ketika seseorang membaca suatu kalimat.

Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap)
Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap)

2. Untuk mengatur intonasi dalam pembacaan suatu kalimat.

3. Untuk mempertegas bentuk kalimat seperti kalimat tanya, kalimat perintah dan lain sebagainya.

4. Untuk menujukkan struktur kata maupun kalimat yang terdapat dalam tulisan.

5. Untuk menunjukkan tata kata yang terdapat dalam suatu tulisan.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Tanda Baca, Jenis, Fungsi & Contohnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terimakasih 🙂