Pengertian Riba, Macam Riba, dan Dasar Hukum Riba Dalam Islam

Pengertian Riba, Macam Riba, dan Dasar Hukum Riba Dalam Islam РDidalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah riba. Riba pada umumnya dipersamakan dengan bunga. Dalam Islam sendiri riba sangat diaharamkan. Oleh karena itu, kita akan membahas mengenai riba dengan jelas agar tidak terjerumus kedalamnya. Apa sih riba itu? Macam-macam Riba dan bagaimana dasar hukum riba. Berikut Penjelasannya:

Pengertian Riba, Macam Riba, dan Dasar Hukum Riba Dalam Islam

PENGERTIAN RIBA

Riba menurut bahasa berarti Ziyadah adalah tambahan. Tambahan dalam artian penambahan sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Menurut Qadi’Abu Bakar ibnu Al-Arabi, riba adalah setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai barang yang diterimanya.

Jadi, Riba adalah suatu penambahan dalam transaksi jual beli ataupun pinjam meminjam yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

MACAM-MACAM RIBA

Dalam Islam Macam-Macam Riba adalah sebagai berikut:

1. Riba Fadhli

Riba Fadhli merupakan menukar barang sejenis dengan kadar ukuran yang berbeda. Contoh Menukar emas 1 gram 24 karat dengan emas 2 gram (18 karat ).

2. Riba Qarhdin

Riba Qarhdin adalah riba dengan cara meminjamkan atau menghutangi orang dengan syarat si pemberi pinjaman memperoleh keuntungan dari peminjam. Contoh si fulan meminjam uang kepada si A sebanyak 150.000 lalu sifulan harus mengembalikan uang tersebut sebanyak 200.000.

3. Riba Yad

Riba Yad adalah berpisah dari tempat transaksi jual beli (akad) sebelum melakukan serah terima barang tersebut. Contoh Membeli Kucing yang Masih dalam kandungan, membeli buah ketika masih berbunga.

Baca Juga:  11 Keutamaan Membaca Shalawat Yang Harus Diketahui

4. Riba Nasi’ah (Dain)

Riba Nasi’ah adalah menukar barang yang diisyaratkan terlambat salah satu dari dua barang atau pilihan sehingga menjadi hutangan atau harganya menjadi bertambah. Contoh si A punya hutang 200.000 pada si B, lalu sudah jatuh tempo, maka si A harus mengembalikan uang tersebut dengan tambahannya atau memperpanjang waktu pengembalian dengan tambahannya lagi.

DASAR HUKUM RIBA

Dasar hukum riba yang telah ditetapkan didalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:

Q.S AL-BAQARAH: 275

Yang artinya:

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan (urusannya) terserah kepada Allah. Orang yang kembali mengambil riba, maka orang-orang itu penghuni-penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.

Q.S AL-BAQARAH: 278

Yang Artinya Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan Tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Riba, Macam Riba, dan Dasar Hukum Riba Dalam Islam Semoga dapat membantu dan bermanfaat. Terimakasih.

5 (100%) 2 votes