√ Pengertian Kalimat, Kalimat Efektif, Ciri, Syarat & Contohnya (Lengkap)

Pengertian Kalimat, Kalimat Efektif, Ciri, Syarat & Contohnya (Lengkap) – Pada kesempatan kali ini kita akan menjelaskan mengenai kalimat. Oke sahabat Pendidik.co.id, sudah tidak asing lagi jika kita mendengar istilah kalimat. Kalimat menjadi kebutuhan sehari-hari dalam melakukan proses komunikasi. Baik itu komunikasi secara lisan maupun tulisan. Kebutuhan akan belajar kalimat menjadi kebutuhan dasar yang harus dimiliki.

Pemahaman tentang kalimat sangatlah penting. Kalimat sangat dibutuhkan dalam berbagai macam bentuk komunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Kebutuhan akan belajar kalimat menjadi kebutuhan dasar yang harus dimiliki. Nah untuk mengetahui pengertian kalimat, simaklah penjelasan sebagai berikut

Pengertian Kalimat, Kalimat Efektif, Ciri, Syarat & Contohnya (Lengkap)

Berikut penjelasannya:

A. Kalimat

Berikut ini adalah pengertian kalimat menurut para ahli:

Pengertian Kalimat

Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

1. Slamet Muljana (1969)

Kalimat merupakan keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, yang disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan, mungkin yang dipakai hanya satu kata, atau mungkin lebih.

2. Sutan Takdir Alisyahbana (1978)

Kalimat adalah satuan terkecil dari resepsi lengkap.

3. Dardjo Widojo (1988:254)

Kalimat merupakan bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Pandangannya terhadap kalimat yang di dasarkan sebuah teks, baik itu teks eksplasi, eksposisi, narasi, dan lain sebagainya. Sehingga beliau dapat menyimpulkan bahwa kalimat merupakan unsur yang terkecil.

4. Keraf (1978)

Kalimat adalah satuan gramatik yang ditandai dengan kesenyapan awal dan kesenyapan akhir yang menunjukkan kalimat tersebut sudah selesai (lengkap).

5. M. Ramlan (1996)

Kalimat adalah suatu gramatikal yang dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun atau naik.

6. J.S Badudu (1994)

Kalimat haruslah berbentuk utuh sebagai sebuah kesatuan yaitu dimensi bentuk dan dimensi isi.

7. Arifin dan Tasai

Kalimat merupakan suatu bahasan terkecil, dalam bentuk lisan maupun tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi baik lisan maupun tulisan harus memiliki subjek dan predikat.

8. Kridalaksana (2001)

Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, memiliki pola intonasi final dan secara aktual maupun potensi yang terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan;  satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; Jawaban minimal, seruan, salam, dan lain sebagainya.

9. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kalimat adalah /Ka-li-mat/ nonima (1) kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan; (2) perkataan; linguistik (3) Satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual maupun potensial terdiri atas klausa.

Dari beberapa pengertian kalimat menurut para ahli dan juga menurut kamus besar bahasa Indonesia, secara umum dapat disimpulkan bahwa kalimat adalah suatu susunan kata yang memiliki kesatuan bentuk guna untuk dalam strukutur terkecil yang memiliki makna lengkap baik itu dari penuturan kata secara lisan maupuun tulisan.

Sehingga dengan adanya sebuah kalimat yang setidaknya berisi subjek dan predikat kita dapat memahami sebuah makna, sehingga dapat berkomunikasi.

Ciri-Ciri Kalimat

Kalimat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Memiliki satu kesatuan bahasa yang memiliki fonem dan morfem. Fonem merupakan bunyi pada bahasa yang membedakan makna dalam sebuah kata, sedangkan morfem merupakan suatu bentuk bahasa yang mengandung arti pada sebuah kata.

2. Dapat berdiri sendiri, walaupun tidak ditambahkan dengan kalimat lengkap.

3. Adanya huruf kapital dan tanda baca dalam sebuah kalimat.

4. Adanya pola intonasi akhir.

B. Kalimat Efektif

Berikut penjelasan mengenai kalimat efektif.

Pengertian Kalimat Efektif

Sebuah kalimat dapat dibentuk menjadi sebuah klausa yang terdiri atas subjek dan juga predikat, dengan menambahkan sebuah objek, pelengkap, ataupun keterangan yang diakhiri dengan anda baca titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!). Penambahan tersebut dapat menjadikan sebuah kalimat efektif. Apa itu kalimat efektif ? berikut penjelasannya:

Kalimat merupakan suatu susunan kata yang yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar. Adapun kaidah yang menjadi patokan kalimat efektif dalam pembahasan kali ini adalah suatu kaidah bahasa Indonesia menurut ejaan yang disempurnakan (EYD).

Syarat Kalimat Efektif

Adapun syarat kalimat yang dapat dikatakan bahwa kalimat tersebut adalah efektif, diantaranya:

1. Sesuai dengan EYD

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang menggunakan ejaan maupun tanda baca yang tepat. Selain itu, kata baku juga harus tepat dan sesuai agar apa yang ditulis sesuai dengan ejaannya.

2. Sistematis

Sistematis, maksudnya bahwa kalimat yang paling sederhana adalah kalimat yang memiliki susunan objek dan predikat, kemudian ditambahkan dengan objek, pelengkap hingga keterangan. Hal tersebut harus dilakukan guna mengefektifkan sebuah kalimat. Sebisa mungkin buatlah kalimat yang susunannya tidak memusingkan atau membingungkan. Dan jika memang tidak ada penegasan, maka subjek dan predikat diharapkan selalu berada di awal kalimat.

3. Tidak Boros Kata

Jangan sampai kata yang digunakan terlalu bertele-tele atau dihambur-hamburkan, karena akan menjadikan sebuah kalimat tidak efektif. Buatlah susunan kalimat yang pasti dan ringkas, agar orang yang membaca mudah untuk menangkap gagasan yang dituangkan oleh penulis.

4. Tidak Ambigu

Untuk menjadikan sebuah kalimat efektif maka harus sebisa mungkin menghindari pembaca dari multitafsir. Maka dari itu, susunan kata yang ringkas, sistematis dan sesuai dengan kaidah bahasa, sehingga pembaca tidak kesulitan dalam mengartikan ide dari kalimat tersebut, dan tidak terkesan ambigu.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Adapun ciri-ciri kalimat efektif terdiri atas 5, diantaranya adalah

1. Struktur yang Sepadan

Harus memiliki kelengkapan struktur dan penggunanya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

a. Kalimat yang dibuat mengandung unsur klausa lengkap, yakni minimal subjek dan predikat.

b. Jangan menaruh kata depan di depan subjek, karena akan mengaburkan pelaku dalam kalimat tersebut.

Contoh kalimat efektif:

  • Bagi semua undangan diharapkan datang jam 08.00 (tidak efektif)
  • Semua undangan diharapkan datang jam 08.00 (efektif)

c. Penggunaan konjungsi di depan predikat dapat membuat perluasan dari subjek. Contoh:

  • Kamu pergi meninggalkan saya (efektif)
  • Kamu yang pergi meninggalkan saya (tidak efektif)

d. Tidak bersubjek ganda, akan tetapi lebih ke menggabungkan subjek yang sama. Contoh:

  • Tiara sakit sehingga tiara tidak dapat masuk sekolah (tidak efektif)
  • Tiara sakit sehingga tidak dapat masuk sekolah (efektif).
2. Kehematan Kata

Kalimat efektif adalah kalimat yang ringkas dan tidak bertele-tele. Kalimat boros yang tidak efektif adalah pertama kalimat yang menyangkut kata jamak, kedua yang menyangkut sinonim. Contoh:

Jamak

  • Para siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian (tidak efektif)
  • Siswa siswi sedang mengerjakan soal ujian (efektif)

Sinonim

  • Wisudawan masuk ke dalam ruang GSG (tidak efektif)
  • Wisudawan masuk ke ruang GSG (efektif)
3. Kesejajaran Bentuk

Kalimat efektif harus memiliki kesejajaran bentuk yakni berimbuhan paralel dan konsisten. Jika digunakan sebuah fungsi imbuhan me- maka selanjutnyapun berimbuhan sama. Contoh:

  • Hal yang harus diperhatikan dalam memasak adalah memilih sayuran, memotong dan mengolahnya (efektif)
  • Hal yang harus diperhatikan dalam memasak adalah memilih sayuran, memotong, dan pengolahannya (tidak efektif).
4. Ketegasan Makna

Yakni dalam meletakkan subjek dan predikat harus sesuai terutama dalam kalimat penegasan, maka harus diperhatikan. Contoh:

  • Buanglah sampah pada tempatnya ! (efektif)
  • Kamu buanglah sampah pada tempatnya ! (tidak efektif)

 

5. Kelogisan Kalimat

Kelogisan kalimat haruslah sesuai agar pembaca atau pendengar mudah memahaminya. Contoh:

  • Kepada Bapak Wadek waktu dan tempat kami persilahkan (tidak efektif)
  • Bapak wadek dipersilahkan menyampaikan sambutannya sekarang (efektif)

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Kalimat, Kalimat Efektif, Ciri, Syarat & Contohnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Terimakasih 🙂