Niat Puasa Nazar : Arab Latin dan Artinya

2 min read

Bacaan Niat Puasa Nazar Beserta Arab Latin dan Artinya (Lengkap)

Niat Puasa Nazar : Arab Latin dan Artinya– Puasa nazar merupakan puasa janji yang dilakukan jika suatu hal tersebut tercapai. Sedangkan menurut istilah nazar sendiri merupakan suatu penetapan yang mewajibkan untuk melakukan sesuatu. Puasa nazar ini hukumnya wajib. Karena hal tersebut berkaitan dengan sebuah janji atau ikrar baik untuk dirinya sendiri ataupun orang lain.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu nazar dan bagaimana bacaan niat puasa nazar, Pendidik akan membahasnya. Untuk mengetahuinya langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Niat Puasa Nazar : Arab Latin dan Artinya

Sebelum membahas mengenai bacaan niat puasa nazar, kita akan membahas terlebih dahulu aoa itu nazar. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, puasa nazar merupakan puasa yang wajib dilakukan karena seseorang telah bernazar atau janji yang telah dilakukan. Jadi jika janji atau tujuannya telah terpenuhi maka ia wajib berpuasa, namun jika janji atau tujuannya belum terpenuhi maka ia tidak wajib untuk berpuasa.

Sebagai contoh, si fulan sedang ujian memasuki perguruan tinggi, kemudian ia bernazar jika memasuki universitas yang ia inginkan maka ia akan berpuasa selama tiga hari, namun jika ia tidak diterima di universitas tersebut maka ia tidak wajib untuk berpuasa.

Sebagaimana dalam sebuah hadits dikatakan:

وَعَنْ عُمَرَرَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنِّى نَذَرْتُ فِى الْجَاهِلِيَّةِ اَنْ اِعْتَكَفَ لَيْلَةً فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، قَالَ: فَاَوْفِ بِنَذَرْكَ

Artinya: Dari Umar ra, ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya bernazar pada masa jahiliyah akan beriktikaf semalam di Masjidil haram.” Beliau bersabda, “Penuhilah nazarmu”. (H.R Muttafaq ‘Alaih)

Baca Juga:  7 Keutamaan Shalat Dhuha Dan Manfaatnya Yang Luar Biasa

Niat Puasa Nazar

Niat puasa nazar tidak ada bedanya dengan niat puasa wajib atau sunnah, hanya beda di lafadz niatnya saja. Puasa nazar ini dapat dilakukan dengan cara berniat untuk menjalankan puasa sebagai pelaksanaan dari sesuatu yang dijanjikan atau dinazarkan sebelumnya.

Niat Puasa Nazar

نَوَيْتُ صَوْمَ النَّذَرِ لِلّٰهِ تَعَالىَ

Nawaitu shauman nadzari lillaahi ta’aalaa

Bacaan Niat Puasa Nazar Beserta Arab Latin dan Artinya (Lengkap)
Bacaan Niat Puasa Nazar Beserta Arab Latin dan Artinya (Lengkap)

Artinya : “Aku niat puasa nazar alasannya yaitu Tuhan Ta’ala”

Nah selanjutnya, ada beberapa jenis dari puasa nazar ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

Jenis – Jenis Puasa Nazar

Ada beberapa jenis dari puasa nazar yang harus kalian ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Nazar Lajjaj

Nazar lajja merupakan suatu nazar yang tujuannya untuk memotivasi seseorang agar dapat melakukan sesuatu hal, mencegah seseorang melakukan sesuatu dan juga untuk meyakinkan kebenaran suatu kabar kepada seseorang. Adapun contoh dari jenis nazar ini adalah:

a. Nazar lajjaj (Untuk motivasi)

“Jika aku tidak mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu 2 bulan, maka aku akan bersedekah sebanyak 200 ribu.” Pengucapan nazar ini dilakukan supaya kita termotivasi untuk dapat mengkhatamkan Al-qur’an dalam waktu 2 bulan, karena jika tidak maka kita berkewajiban untuk sedekah sebanyak 200 ribu.

b. Nazar lajjaj (Untuk Pencegahan)

“Jika aku bertemu dengan si fulan, maka aku akan bersedekah 100 ribu.” Pengucapan ini dilakukan untuk melakukan pencegahan agar tidak bertemu dengannya, jika tidak maka berkewajiban untuk bersedekah 100 ribu.

c. Nazar lajjaj (Untuk meyakinkan kebenaran)

Jika ada seseorang yang telah mengabarkan berita kepada orang lain, lalu mengucapkan “Jika apa yang aku katakan tidak benar, maka aku akan bersedekah sebanyak 3oo ribu.” Sehingga pengucapan ini dilakukan supaya orang tersebut yang menerima berita yakin atas kebenaran berita tersebut.

Baca Juga:  √ Puasa Ayyamul Bidh, Niat, Tata Cara dan Keutamaannya (Lengkap)

2. Nazar Tabarrur

Nazar tabarrur merupakan menyanggupi untuk melakukan suatu ibadah tanpa menggantungkan pada sesuatu hal dan atau menggantungkannya pada sesuatu hal yang di harapkan (marghub fih). Adapun contohnya adalah sebagai berikut:

a. Nazar tabarrur (yang tidak digantungkan)

“Aku bernazar akan bersedekah senilai 200 ribu rupiah.” Namun kewajiban tersebut juga dapat dilaksanakan jika ia sudah memiliki uangnya atau mampu, atau bersifat kewajiban yang lapang (wujub muwassa’). Namun alangkah lebih baiknya jika nazar tersebut segera dilakukan jika uang tersebut sudah ada, karena akan ada ketakutan jika di nanti-nanti malah akan lupa.

b. Nazar tabarrur (yang digantungkan pada suatu harapan)

“Aku bernazar akan bersedekah 300 ribu, jika Allah SWT menyembuhkan penyakitku.” Jadi maksud dari nazar tersebut adalah apabila ia sembuh dari penyakitnya atas izin Allah SWT, maka ia akan bersedekah 300 ribu rupiah.

Nazar Yang Dapat Dilanggar dan Nazar Tidak Boleh Dilanggar

Dari kedua jenis nazar diatas, ada yang boleh dilanggar dan juga tidak boleh dilanggar. Adapun bentuk nazar yang dapat dilanggar hanya berlaku dalam nazar lajjaj saja. Karena Di balik nazar lajjaj terkandung motif atau maksud si pengucap nazar yakni menyemangati diri sendiri, mencegah atau mempengaruhi orang lain.

Sedangkan nazar tabarrur tidak boleh dilanggar oleh seseorang, sehingga nazarnya harus dijalankan sesuai dengan apa yang diucapkan. Dan tidak ada jalan lain selain melakukan apa yang telah ia sanggupi saat melakukan ucapan tersebut.

Nah itulah tadi penjelasan sedikit mengenai puasa nazar dan Niat Puasa Nazar : Arab Latin dan Artinya Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih 🙂