Pengertian Imigrasi, Jenis, Sejarah, Faktor & Dampaknya

4 min read

Pengertian Imigrasi, Jenis, Sejarah, Faktor & Dampaknya

Pengertian Imigrasi, Jenis, Sejarah, Faktor & Dampaknya – Sudah pernah mendengarkah kalian tentang imigrasi, pasti sudah banyak yang tahu, atau mungkin ada yang sedikit lupa. Nah pada kesempatan kali ini Pendidik akan memberikan penjelasan mengenai imigrasi yang mencakup pengertian, jenis, sejarah, faktor dan juga dampaknya. Berikut penjelasannya.

Pengertian Imigrasi, Jenis, Sejarah, Faktor & Dampaknya

Imigrasi ini merupakan salah satu jenis mobilitas yang sering dilakukan di zaman modern seperti sekarang ini. Apasih imigrasi itu??

Pengertian Imigrasi

Istilah imigrasi sendiri berasal dari bahasa latin yakni migration, yang berarti perpindahan orang dari suatu tempat atau negara menuju tempat atau negara yang lain.

Nah sedangkan orang -orang yang sedang berlibur atau bertamasya atau bahkan hanya mengunjungi dalam suatu acara kesenian, dan lainnya itu tidak bisa dikatakan sebagai imigran, karena sifatnya yang hanya sementara.

Sehingga Imigrasi adalah suatu perpindahan penduduk dari suatu tempat atau negara ke tempat atau negara yang lain, dengan tujuan untuk berpindah tempat tinggal atau mencari nafkah dalam kurun waktu yang lama, dimana orang tersebut awalnya bukanlah penduduk dari negara tersebut.

Adapun menurut para ahli tentang pengertian dari imigrasi adalah sebagai berikut:

1. Menurut Collins Dictionary

Imigrasi adalah datangnya seseorang dari suatu negara atau tempat ke tempat yang lain untuk tinggal atau bekerja.

2. Menurut Oxford Living Dictionary

Imigrasi adalah suatu bentuk tindakan seseorang atau penduduk yang datang ke negara lain untuk tinggal secara permanen.

3. Menurut Wikipedia

Imigrasi adalah suatu perpindahan penduduk secara internasional ke negara yang dituju, dimana pada asalnya mereka bukanlah penduduk asli atau dengan kata lain mereka tidak memiliki kewarganegaraan untuk dapat menetap di negara tujuan, terutama sebagai penduduk tetap atau warga negara yang di naturalisasi, atau untuk mengambil suatu pekerjaan sebagai seorang pekerja migran atau hanya untuk sementara waktu sebagai pekerja asing.

Baca Juga:  Benua Adalah: Pengertian, Nama Benua & Proses Terbentuknya

Jenis – Jenis Imigrasi

Adapun imigrasi terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Migrasi Masuk (In Migration)

Migrasi masuk merupakan datang atau masuknya suatu penduduk ke daerah atau negara tujuan. Penduduk tersebut bisa dari luar provinsi, luar pulau, atau bahkan luar negeri.

2. Migrasi Keluar (On Migration)

Migrasi keluar adalah keluarnya penduduk dari daerah atau negara tersebut menuju daerah atau negara yang ia tuju. Baik itu ke luar provinsi, luar pulau, maupun luar negeri.

3. Migrasi Neto (Net Migration)

Migrasi neto adalah suatu istilah yang dipakai untuk melihat selisih jumlah migrasi masuk dan keluar.

4. Migrasi Bruto (Gross Migration)

Migrasi bruto adalah istilah yang digunakan untuk melihat jumlah migrasi masuk dan juga keluar.

5. Migrasi Total (Total Migration)

Migrasi total adalah seluruh migrasi yang telah terjadi baik itu semasa hidup maupun migrasi ketika pulang.

6. Migrasi Internasional (International Migration)

Migrasi internasional adalah suatu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara yang lain. Karena perpindahan penduduk tidak hanya ke luar daerah, provinsi, atau pulau saja, namun jika antar negara maka itulah yang disebut sebagai migrasi Internasional.

7. Migrasi Semasa Hidup (Life Time Migration)

Migrasi semasa hidup adalah migrasi atau perpindahan penduduk berdasarkan tempat kelahiran, yakni mereka yang pada saat sensus penduduk atau pencacahan sensus bertempat tinggal berada di daerah yang berbeda dari tempat lahirnya.

8. Migrasi Parsial (Partial Migration)

Migrasi parsial adalah jumlah imigran dari suatu daerah ke daerah lain yang akan dituju.

9. Arus Migrasi (Migration Stream)

Arus migrasi adalah banyaknya jumlah perpindahan penduduk dari suatu daerah asal ke daerah lain dalam jangka waktu tertentu.

10. Urbanisasi (Urbanization)

Urbanisasi adalah bertambahnya suatu penduduk disuatu daerah dikarenakan perpindahan penduduk dari daerah lain ke kota atau karena sebab lain yakni adanya perluasan kota.

11. Transmigrasi

Transmigrasi adalah pemindahan dan perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya untuk menetap, dan hal itu ditetapkan oleh wilayah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan Negara serta karena sesuatu hal yang dipandang perlu oleh pemerintah sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Undang – Undang.

Baca Juga:  √ Pengertian Badan Usaha, Jenis, Bentuk & Contohnya Lengkap

Sejarah Imigrasi

Jika dilihat dalam skala besar, imigrasi ini memiliki sejarah yang panjang. Bahkan sejak adanya negara-negara yang belum sempurna yakni sekitar 6000 tahun yang lalu, migrasi sudah melewati batas politik sehingga memperluas dan juga mempertegas batas-batas tersebut. Salah satu yang menjadi motivasi yang menjadikan para pedagang dan misionaris menjelajahi benua adalah agama dan ekonomi.

Setelah manusia mulai hidup dengan menetap dan membentuk sebuah peradaban melalui golongan dan kelompok masyarakat tertentu, maka migrasi sudah banyak dilakukan namun setelah munculnya negara – negara modern, dan migrasi yang bersifat global ini menjadi sesuatu hal yang lazim terjadi dalam interaksi internasional di dunia.

Secara umum, sejarah migrasi ini terdiri dari:

  • Migrasi global pada Zaman Pra-Modern,

Dimana terdapat ciri dari migrasi pra-modern ini adalah adanya perluasan migrasi ke seluruh wilayah yang belum memiliki penghuni di Asia dan Amerika yang mengikuti rantai samudera pasifik. Kemudian migrasi dalam skala besar juga terdorong karena adanya tujuan suatu kelompok yang ingin berpindah – pindah dan ingin menemukan suatu pemukiman yang lebih baik serta berusaha menguasai wilayah.

Namun pada era ini migrasi ini berjalan lambat yang disebabkan karena tidak didukungnya sarana transportasi yang baik. Sehingga migrasi pada masa ini sangat bergantung pada keadaan jalan, serta rute perjalanan.

  • Migrasi pada masa perang global

Pada era ini sekitar tahun 1760-1945, adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi pendorong masyarakat untuk berimigrasi. Kemudian migrasi ini terus berjalan dalam skala yang besar dan di dorong oleh adanya perang dunia pertama.

Adapun ciri migrasi pada masa ini adalah tingkat kecepatan dalam bermigrasi yang bersifat sedang meskipun sedang dalam proses peningkatan.

Faktor Pendorong Terjadinya Imigrasi

Imigrasi dapat terjadi biasanya karena adanya faktor pendorong, beberapa faktor pendorong terjadinya imigrasi diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Adanya suatu kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik lagi.

2. Memiliki keinginan yang besar di tempat yang akan dituju agar memperoleh kesempatan untuk memasuki lapangan pekerjaan yang sesuai (cocok).

3. Adanya faktor seperti lingkungan hidup atau keadaan hidup yang menyenangkan, seperti perumahan yang nyaman, sekolah, iklim yang sesuai dengan kondisi tubuh, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Demografi, Bonus Demografi, Tujuan, Manfaat & Komponennya

4. Untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik.

5. Memiliki kegiatan atau aktivitas yang lebih baik, seperti tempat hiburan, dan lain-lainnya yang memiliki daya tarik tersendiri.

Dampak Imigrasi

Imigrasi juga memiliki dampaknya tersendiri, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Berikut penjelasannya:

1. Dampak Positif Imigrasi

a. Adanya peningkatan pendapatan yang diperoleh pemerintah karena imigran adalah salah satu sumber pajak negara.

b. Meningkatnya rasa solidaritas atau persahabatan antara penduduk di kedua negara.

c. Meningkatnya jumlah tenaga ahli yang berasal dari imigrasi asing, terutama dari negara-negara maju.

d. Bertambahnya uang asing yang dapat mempercepat proses pembangunan karena para imigran tersebut telah menanamkan modalnya di berbagai bidang, seperti pertambangan, industri , perkebunan, pertanian dan lainnya.

e. Adanya alih teknologi yakni dari tenaga asing kepada tenaga kerja di negara yang di datangi sehingga diharapkan akan berjalan dengan baik.

f. Berkurangnya Jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan yang menjadi dinamika penduduk di negara asal para imigran.

g. Berkurangnya pengangguran di negara asal para imigran, dan untuk imigran akan bertambah wawasannya.

h. Berkurangnya tingkat kerawanan sosial dan juga keamanan di negara asal para imigran sebagai dampak berkurangnya pengangguran yang terus diminimalisir.

2. Dampak Negatif Imigrasi

a. Meningkatkan jumlah, pertambahan, dan tingkat kepadatan penduduk di negara tujuan para imigran.

b. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya yang ada di dalam negeri, jika ketahanan dalam negeri lemah maka dapat merusak budaya di negara tujuan.

Pengertian Imigrasi, Jenis, Sejarah, Faktor & Dampaknya
Pengertian Imigrasi, Jenis, Sejarah, Faktor & Dampaknya

c. Imigran yang datang memiliki tujuan yang tidak baik seperti politik, pengedar narkoba dan lain sebagainya.

d. Terjadinya pelanggaran hukum di negara tujuan atau negara asal para imigran yang disebabkan oleh banyaknya para imigran illegal (keberangkatannya tidak melalui proses yang seharusnya).

e. Adanya kecemburuan sosial antara tenaga kerja dalam negeri dan tenaga kerja asing.

f. Adanya penyebaran penyakit tertentu di negara tujuan para imigran yang ditularkan oleh para imigran.

g. Hubungan baik antar negara asal para imigran dan negara tujuan akan terganggu. Apabila terjadi seperti penganiayaan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negara-negara, seperti di Saudi Arabia, Malaysia, dan lain sebagainya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Pengertian Imigrasi, Jenis, Sejarah, Faktor & Dampaknya. Semoga dapat menambah wawasan kita dan bermanfaat. Terimakasih 🙂