Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya
Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya

Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya

Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya – Dalam Islam ada puasa yang wajib yakni Puasa Ramadhan yang dilakukan setahun sekali. Sedangkan ada pula puasa sunnah yakni puasa yang dilakukan diluar bulan ramadhan. Namun ada beberapa hari yang dilarang untuk berpuasa dalam Islam, apa saja??? Kali ini Pendidik akan membahas mengenai hari-hari yang dilarang puasa sunnah dalam Islam berikut dalilnya. Yuk langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya

Adapun hari yang dilarang puasa sunnah adalah sebagai berikut:

1. Ketika Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

Idul fitri dan idul adha adalah kedua hari yang diharamkan untuk berpuasa. Idul fitri pada tanggal 1 syawal dan idul adha tanggal 10 dzulhijjah. Diharamkan karena hari tersebut adalah hari kemenangan bagi umat Islam yang sudah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Sebagaimana Nabi Muhammad Saw bersabda:

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : إِنَّ هَذَيْنِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا : يَوْمَ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ ، وَالآخَرُ يَوْمَ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسَكِكُمْ

Artinya: “Dari Umar bin Khathab ra, ia berkata: ‘Sesungguhnya Rasulallah SAW melarang berpuasa di kedua hari raya. Pada hari raya Idul Fitri dimana kalian berbuka dari puasa kalian dan pada hari lainnya, yaitu Idul Adha di mana kalian memakan hasil sesembelihan kalian”. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Hari Tashriq

Hari tashrik yakni 3 hari setelah hari raya idul adha pada tanggal 11, 12, 13 dzulhijjah. Sebagaimana Rasullah Saw bersabda:

عَنْ نُبَيْشَةُ الْهُذَلِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ ، وَذِكْرٍ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: “Dari Nubaisyah Al-Hudzali ra., Rasulallah SAW. bersabda : “hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum dan berzikir kepada Allah‘.” (Muttafaqun ’alih)

3. Mengkhususkan Puasa Dihari Jum’at

Puasa di hari jumat akan menjadi haram apabila tidak didahului puasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya. Namun ada pengecualian jika ada hubungannya dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa sunnah nabi Daud, sehari puasa dan sehari tidak. Sebagian para ulama tidak sampai mengharamkannya secara mutlak, tetapi hanya sampai makruh saja.

Puasa hari jum’at dibolehkan apabila:

  • Jika bertepatan dengan puasa hari Daud.
  • Ingin menunaikan puasa wajib, mengqadha puasa wajib, membayar kafarat, dan ganti karna tidak mendapatkan hadyi tamattu’.
  • Bertepatan dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa Arafah, Asyuro’, Syawal dan lain sebagainya.
  • Jika berpuasa sebelum dan sesudah hari puasa

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

لاَ يَصُمْ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ أَنْ يَصُومَ قَبْلَهُ أَوْ يَصُومَ بَعْدَهُ

Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at kecuali jika ia berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

4. Puasa Setelah Tanggal 15 Sya’ban

Maksud diharamkannya puasa ini adalah setelah tanggal 15 sya’ban tanpa sebab yakni tanpa didahulukan sebelumnya dengan puasa.

Sebagaimana dalam Hadits berikut:

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى يَجِيءَ رَمَضَانُ

Artinya: “Jika bulan sya’ban telah menengah (telah lewat dari tanggal 15) maka tidak ada puasa sampai datangnya Ramadhan.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

5. Puasa Sunnah Bagi Wanita Tanpa Seizin Suaminya

Seorang istri dapat mengerjakan puasa sunnah apabila mendapati izin dari seorang suami, jika tidak maka hukumnya secara syar’i adalah haram. Rasulullah Saw bersabda:

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

Artinya: “Tidaklah halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

6. Berpuasa Tiap Hari Tanpa Jeda (Puasa Dahr)

Puasa dahr adalah puasa yang dilakukan setiap hari kecuali hari yang tidak sah puasa saat itu yakni hari ‘ied dan hari tasyriq. Puasa yang dilakukan setiap hari tanpa henti, kecuali puasa bayar hutang atau qadha yang dilakukan secara berturut-turut sampai selesai maka diperbolehkan.

Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya
Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya

لاَ صَامَ مَنْ صَامَ الأَبَدَ لاَ صَامَ مَنْ صَامَ الأَبَدَ لاَ صَامَ مَنْ صَامَ الأَبَدَ

Artinya: “Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti. Tidak ada puasa bagi yang berpuasa setiap hari tanpa henti.” (HR. Muslim)

Nah demikianlah penjelasan mengenai Hari Yang Dilarang Puasa Sunnah Dalam Islam Beserta Dalilnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih 🙂