Pengertian Majas, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya Lengkap

Pengertian Majas, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya LengkapPendidik kali ini akan membahas mengenai majas. Istilah majas sudah tidak asing lagi bagi kita. Sebenarnya tidaklah terlalu sulit untuk belajar dan memahami majas, untuk mengetahui lebih jelas mengenai pengertian majas, jenis, fungsi, tujuan dan contohnya marilah kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Pengertian Majas, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya Lengkap

Pengertian Majas

Secara umum, majas merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam suatu karya sastra dengan tujuan untuk memberikan efek-efek tertentu sehingga membuat karya sastra tersebut menjadi lebih hidup. Dengan istilah lain, majas merupakan gaya bahasa yang di dalamnya terdapat persamaan, perbandingan, serta kiasan, untuk menguatkan kesan suatu kalimat lisan maupun tulisan dan dapat menimbulkan nuansa imajinatif bagi siapa saja yang menyimaknya.

Majas bertujuan untuk menyampaikan suatu pesan secara imajinatif atau bermakna kiasan, baik itu melalui tulisan maupun  lisan untuk mewakili pikiran dan perasaan seorang penulis. Sedangkan fungsi majas sendiri adalah untuk membuat suatu karya sastra menjadi lebih indah dalam aspek pemilihan katanya.

Adapun pengertian majas menurut para ahli adalah

1. Prof. Dr. H. G. Tarigan

Majas adalah suatu cara mengungkapkan pikiran melalui gaya bahasa yang khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian seorang penulis.

2. Luxemburg dkk

Majas adalah gaya bahasa yang memberikan ciri khas pada sebuah teks. Maksudnya pada saat tertentu suatu teks dapat diibaratkan seperti individu yang berbeda dengan individu yang lain.

Baca Juga:  Pengertian Ragam Bahasa, Fungsi, Macam & Jenisnya Lengkap

3. Goris Keraf

Majas adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara jujur, sopan santun dan juga menarik.

4. Aminuddin

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh seorang penulis dalam memaparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek tertentu yang ingin dicapai.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain, atau dalam bentuk kiasan.

Jenis-Jenis Majas

Secara umum, majas terbagi menjadi empat jenis. Sesuai dengan penjelasan diatas adapun beberapa jenis majas diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah majas yang dipakai untuk membandingkan atau menyandingkan suatu objek dengan objek lainnya dengan cara penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian. Adapun maja perbandingan dibagi menjadi:

a. Personifikasi

Yaitu gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap seperti manusia. Contoh: Daun pisang itu melambai-lambai seolah mengajak ku bermain bersama.

b. Asosiasi

Yaitu gaya bahasa yang membandingkan dua objek yang berbeda, namun disamakan dengan menambah kata sambung Seperti, bagaikan, bak. Contoh: Wajah Ibu dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua.

c. Metafora

Yaitu gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan persamaan atau perbandingan.

d. Hiperbola

Yaitu gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan, dan bahkan terkesan tidak masuk akal. Contoh: Ibu itu memiliki semangat yang tinggi 45.

e. Metonomia

Yaitu gaya bahasa yang menyandingkan istilah sesuatu untuk merujuk pada benda yang umum. Contoh: Bila haus, minumlah aqua. Aqua adalah merk air mineral yang umum.

f. Eufemisme

Yaitu yaitu gaya bahasa dimana kata-kata yang dianggap kurang baik diganti dengan padanan kata yang lebih halus.
Contoh: kata Berak diganti dengan buang air besar.

g. Alegori

Yaitu gaya bahasa yang menyandingkan suatu objek dengan kata kiasan. Contoh: Mencari pasangan yang sempurna seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

h. Simile

Yaitu gaya bahasa yang menyandingkan suatu aktivitas dengan suatu ungkapan. Contoh: Anak kecil itu menangis bagaikan anak ayam kehilangan induknya.

i. Sinekdok

terbagi menjadi dua yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.

  • Sinekdok pars pro toto adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur benda untuk menjelaskan keseluruhan benda tersebut. Contoh: “batang hidungnya tidak muncul juga hingga hari ini.” Dalam hal ini kata ‘batang hidung’ merujuk pada individu secara keseluruhan.
  • Sinekdok totem proparte adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menjelaskan sebagian situasi atau benda. Contoh: “Indonesia mewakili asia tenggara dalam turnamen sepak bola internasional.” Dalam hal ini kata ‘Indonesia’ merujuk pada tim sepak bolanya saja.
Baca Juga:  Pengertian Artikel, Jenis, Ciri, Tujuan & Manfaatnya (Lengkap)
j.  Simbolik

Yaitu gaya bahasa dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya. Contoh: ” Lelaki  itu selalu mencari kambing hitam untuk setiap masalahnya.”

2. Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah gaya bahasa dalam karya sastra yang menggunakan kata-kata kiasan dimana maksudnya berlawanan dengan arti sesungguhnya. Berikut jenis majas pertentangan:

a. Litotes

Suatu ungkapan seperti merendahkan diri, namun pada kenyataannya justru malah sebaliknya. Contoh: “Ayo mampir ke gubuk saya yang sederhana ini.” Rumah disebut sebagai gubuk.

b. paradoks

Suatu gaya bahasa yang membandingkan situasi sebenarnya dengan situasi kebalikannya. Contoh: “Ditengah keramaian, aku merasa sepi”

c. Antitesis

Gaya bahasa yang memadukan pasangan kata dimana artinya saling bertentangan. Contoh: “Semua sama di mata hukum tak peduli kaya miskin, tua muda”.

d. Kontradiksi Interminus

Gaya bahasa yang menyangkal pernyataan yang disebutkan sebelumnya. Biasanya majas ini disertai dengan konjungsi hanya saja atau kecuali. Contoh: “Semua siswa boleh bermain, kecuali yang tidak mengerjakanTugas.”

3. Majas Sindiran

Majas sindiran adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan yang bertujuan untuk memberikan sindiran kepada seseorang, perilaku, dan sesuatu kondisi. Diantara majas sindiran adalah sebagai berikut:

a. Ironi

Gaya bahasa yang memakai kata kiasan yang mana artinya berlawanan dengan fakta yang sesungguhnya. Contoh: “rumah mu sangat rapih, sampai aku pusing melihatnya.”

b. Sinisme

Gaya bahasa dimana seseorang memberikan sindiran secara langsung kepada orang lain. Contoh: “Badan mu bau sekali, tapi kalau suruh mandi tidak mau.”

c. Sarkasme

Gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain dengan konotasi yang kasar. Contoh: “Dasar tidak becus!! kalau tidak bisa bekerja kamu akan jadi sampah di kantor.”

Baca Juga:  Pengertian Teks Deskripsi, Jenis, Ciri, Struktur & Contohnya (Lengkap)

4. Majas Penegasan

Majas penegasan adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyatakan sesuatu secara tegas untuk meningkatkan pemahaman dan kesan kepada pembaca atau pendengar. Diantara majas penegasan adalah

a. Klimaks, yaitu gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal, secara berurutan dimana tingkatannya semakin lama semakin tinggi. Contoh: “Pada saat itu semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia, pergi mengungsi akibat banjir bandang.”

b. Antiklimaks, yaitu gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan untuk menegaskan sesuatu dengan mengurutkan dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah. Contoh: “Setiap haris senin, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, dan para murid di MAN Mesuji, rutin melaksanakan upacara bendera.”

c. Pleonasme, yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna yang sama, terkesan tidak efektif namun sengaja untuk menegaskan sesuatu. Contoh: “Ayo naik ke atas sebelum makanan mu dingin.”

d. Repetisi, yaitu gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat. Contoh: “Lelaki itu pencopetnya, dia pelakunya, dia yang mengambil dompet saya.”

e. Retorik, yaitu gaya bahasa dalam bentuk kalimat tanya tetapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya dipakai untuk penegasan sekaligus sindirian. Contoh: “Kalau kamu Sholat tahajud setiap malam apa mas?”

f. Tautologi, yaitu gaya bahasa yang mengulang kata yang bersinonim untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud tertentu. Contoh: “Sejarah masa lalu lelaki itu sangat kelam.”

g. Pararelisme, yaitu gaya bahasa yang mengulang-ulang sebuah kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam beberapa definisi yang berbeda. Biasanya digunakan pada sebuah puisi. Contoh: “Kasih pasti murah hati, kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan…”

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Majas, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya Lengkap. Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih 🙂