Istilah Tajwid dalam Al-Qur’an

Istilah Tajwid dalam Al-Qur’an – Jika sebelumnya kita membahas mengenai hukum bacaan tajwid beserta contohnya, kali ini kita akan membahas mengenai istilah penting dalam ilmu tajwid. Nah untuk mengetahuinya mari kita simak penjelasan berikut ini:

Istilah Tajwid dalam Al-Qur’an

 

Berikut ini adalah istilah tajwid dalam kitab suci Al-Qur’an:

1. Saktah  س ) yaitu berhenti sejenak tanpa bernafas. Tanda tersebut terdapat didalam surat 18 (ayat ke 1-2) Surat  36 (ayat 52), Surat 75 (ayat 27), Surat 83 (ayat ke 14) . Contoh bacaannya:  كَلاَّ بَلْ رَانَ.

2. Imalah artinya pembacaan fathah yang miring ke kasrah. Imalah ada didalam surat Hud ayat 41 yang berbunyi  بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا  dibaca “Bismillahi Majreha“.

3. Isymam, yaitu menampakkan dhammah yang terbuang dengan menggunakan isyarat bibir. Isymam ini hanya terdapat didalam surat Yusuf ayat 11, yang berlafadz   لاَ تَأْمَنَّا

4. Nun Al-wiqayahadalah nun yang harus dibaca kasrah ketika tanwin bertemu hamzah washal, supaya tanwin tetap terjaga. Contoh:  نُوْحٌ ابْنَهُ – جَمِيْعًا الَّذِيْ

5. Tas-hil, adalah membaca hamzah yang kedua dengan suara yang ringan atau samar. Tashil ini dibaca dengan suara antara hamzah dan alif. Terdapat dalamsurat al-fushilat ayat 44, dilafadz  أَأَعْجَمْيٌّ

6. Sajdah. Nah pada ayat-ayat sajdah ini kita disunnahkan untuk melakukan sujud tilawah. Sujud ini dilakukan didalammaupun diluar shalat. Disunnahkan bagi yang membaca maupun yang mendengarkannya. Beberapa ayat sajdah yang terdapat didalam Al-Qur’an adalah surat 7 (ayat 206) , Surat 13 (5), Surat 16 (ayat 50), Surat 17 (ayat 109) , Surat 19 ( ayat 58).

7. Ash-Shifrul Mustadiradalah berupa tanda (O) diatas huruf mad, yang berarti mad tersebut tidak dibaca panjang, baik ketika washal maupun wakaf. (bulatannya sempurna dan biasanya berada di mushaf-mushaf timur tengah). Contoh:  لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُواْ

8. Ash-Shifrul Mustathilul Qa’im, yaitu sama halnya dengan yang diatas, akan tetapi bulatan disini berbentuk bulatan lonjong tegak (0) biasanya diletakkan diatas huruf mad. Mad tersebut tidak dibaca panjang keika washal akan tetapi dibaca panjang ketika wakaf. Contoh: أَنَاْ خَيرٌ – لَكِنَّاْ

9. Naql, adalah memindahkan harakat hamzah pada huruf sebelumnya.Contoh:  ﺑﺌﺲَ الاِسْمُ

Dibaca  ﺑﺌﺴَلِسْمُ.

Sumber: Ilmu Tajwid Plus (Moh.Wahyudi).

Demikianlah penjelasan mengenai Istilah Tajwid dalam Al-Qur’an Semoga dapat bermanfaat. Terimakasih 🙂