Contoh Norma Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Tujuan & Sanksinya

3 min read

Contoh Norma Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Tujuan & Sanksinya

Contoh Norma Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Tujuan & Sanksinya – Sebelumnya kita sudah membahas mengenai norma dan macamnya, nah pada kesempatan kali ini Pendidik akan memberikan penjelasan mengenai norma kesusilaan yang mencakup pengertian, contoh, tujuan, ciri dan juga sanksi bagi yang melanggarnya.

Untuk itu langsung saja kita simak penjelasannya berikut ini:

Contoh Norma Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Tujuan & Sanksinya

Norma kesusilaan adalah salah satu norma yang sering kita rasakan juga sering ada di sekitar kita setelah norma agama, adat norma norma lainnya yang berperan dalam mengatur perilaku kita sehari-hari.

Pengertian Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan berasal dari kata “norma” yang artinya pedoman yang mengatur suatu tingkah laku seseorang di dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan “susila” artinya adalah suatu bentuk tindakan yang baik dan dianggap layak untuk di terapkan di dalam kelompok masyarakat tersebut.

Susila sendiri berasal dari bahasa sansekerta yakni “SU dan SILA”, SU berarti baik sedangkan SILA berarti sikap, dasar, peraturan hidup atau norma.

Sehingga Norma Kesusilaan merupakan suatu aturan sosial yang mengatur tentang perilaku manusia secara umum, yang bersumber dari hati nurani seseorang.

Norma susila ini tidak memiliki sanksi yang tegas seperti halnya yang diterapkan pada norma hukum, akan tetapi norma ini tetap mengandalkan kontrol sosial dalam penegakannya.

Baca Juga:  Motivasi Adalah: Pengertian, Jenis, Teori, Fungsi & Tujuan

Norma kesusilaan juga disebut sebagai norma moral, dimana mereka yang melanggar aturan hidup maka disebut orang yang tidak bermoral.

Ciri – Ciri Norma Kesusilaan

Adapun yang termasuk kedalam ciri – ciri norma kesusilaan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Norma kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia.

2. Bersifat regional (lokal) dalam masyarakat dan tidak abadi.

3. Siapa saja yang melanggar norma susila akan memperoleh sanksi yang bersifat individu seperti rasa malu dalam diri, rasa menyesal, dikucilkan oleh masyarakat dan lain sebagainya.

Tujuan Norma Kesusilaan dan Manfaatnya

Dengan adanya norma kesusilaan ini bertujuan agar disetiap individu memiliki nilai – nilai kemanusiaan serta adanya sifat kesusilaan yang baik sehingga dapat terwujud keharmonisan hubungan sesama manusia.

Adapun manfaat dari norma kesusilaan adalah agar dapat membedakan mana sesuatu hal yang buruk atau seharusnya tidak dilakukan dan mana sesuatu yang baik yang memang boleh dan bagus untuk dilakukan.

Selain itu, norma susila juga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk manusia dalam bersikap dan berperilaku di dalam kehidupan bermasyarakat.

Contoh Norma Kesusilaan

Agar dapat lebih memahami tentang norma kesusilaan, kita akan memberikan contoh norma susila yang biasanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun contoh norma susila adalah sebagai berikut:

1. Berpakaian Sesuai dengan Tempat dan Situasi

Contoh yang pertama adalah cara berpakaian seseorang, yang juga menjadi salah satu bentuk aturan kesusilaan. Dimana seseorang harus berpakaian sesuai dengan kondisi, tempat dan juga tau aturan.

Apabila kita sedang menghadiri acara resmi maka kita akan berpakaian resmi, beda halnya dengan kita yang akan menghadiri acara santai tentu saja kita akan berpakaian santai.

Selain itu contoh lainnya apabila kita akan menghadiri sebuah pengajian sebaiknya kita menggunakan baju muslimah dan mengenakan hijab, karena itu kita berpakaian melihat situasi dan juga kondisinya.

2. Jujur dalam Berbicara, Bertindak dan Bertingkah Laku

Jujur adalah salah satu bentuk sifat terpuji, jujur tidak hanya dalam berbicara saja, tetapi dalam bertindak juga bertingkah laku. Jujur dalam berbicara apabila kita melihat suatu kejahatan kemudian kita harus berkata jujur dan apa adanya.

Baca Juga:  Pengertian Norma Hukum, Fungsi, Tujuan, Unsur & Contohnya (Lengkap)

Sedangkan jujur dalam bertindak dan bertingkah laku seperti pada saat kita menemukan atau sedang melihat barang orang lain yang terjatuh, kemudian apabila kita bersikap jujur maka kita akan mengambil barang tersebut dan mengembalikannya kepada pemiliknya atau jika tidak kepemiliknya maka akan diserahkan kepada pihak yang berwajib.

3.  Dapat Menghargai dan Menghormati Orang Lain

Dalam pedoman kehidupan juga terdapat aturan tentang bagaimana bergaul dengan sesama manusia. Kita harus saling menghargai dan juga menghormati satu sama lain, kita juga harus tau bahwasanya harus lebih menghargai dan juga menghormati orang yang lebih tua.

Kemudian apabila kita berbicara dan menyampaikan pendapat, kita juga harus menjaga apa yang akan kita sampaikan, harus ada tata kramanya.

Membedakan cara berkomunikasi dengan orang tua (orang yang lebih tua) dengan teman sebaya.

4. Meminta Maaf Ketika Berbuat Salah

Jika ada seseorang yang telah melakukan kesalahan, biasanya dia akan meminta maaf terlebih dahulu. Nah itulah bentuk aturan hidup yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang meminta maaf berarti menyadari akan kesalahannya dan termasuk ke dalam orang yang berani dan juga dapat bertanggung jawab.

5. Tidak Mengambil Hak Orang Lain

Dalam aturan dan pedoman kehidupan kita memang tidak boleh mengambil hak orang lain, dimana hal tersebut dapat merugikan orang lain dan akan merusak keseimbangan masyarakat sehingga akan menimbulkan kesenjangan dan terjadinya kekacauan.

6. Berbicara Yang Baik

Berbicara memang terlihat sepele, namun tidak bisa disepelekan loh. Karena berbicara itu memiliki dampak yang besar, sehingga berbicaralah hal-hal yang baik saja, jangan sampai apa yang keluar dari mulut kita itu hal yang tidak baik.

Baca Juga:  Pengertian Nilai Sosial, Fungsi, Ciri dan Jenisnya (Pembahasan Lengkap)

Membicarakan keburukan orang juga akan berdampak kurang baik bagi diri sediri, maka selalu jaga agar kita dapat berbicara yang baik-baik.

Sanksi Norma Kesusilaan

Setiap orang pasti memiliki hati nurani yang mana dapat mengarahkannya kepada suatu tindakan yang baik sesuai norma atau aturan. Akan tetapi, tidak semua orang bisa mengendalikan hati nuraninya yang bahkan justru bisa mengabaikannya.

Oleh karena itu, seseorang yang melanggar norma susila akan memperoleh sanksi yang datang dari dalam dirinya sendiri maupun dari masyarakat. Berikut beberapa sanksinya:

  • Perasaan malu
  • Perasaan menyesal
  • Dikucilkan oleh masyarakat
  • Dipenjara
  • Dan lain sebagainya.
Contoh Norma Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Tujuan & Sanksinya
Contoh Norma Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Tujuan & Sanksinya

Norma Kesusilaan dalam Konsep Etika

Sebenarnya di Indonesia sendiri sudah banyak sekali pergeseran budaya. Dimana perilaku yang mulanya dianggap tabu oleh masyarakat justru saat ini perlahan menjadi sesuatu yang biasa bahkan wajar.

Kesusilaan adalah suatu bisikan hati yang diakui oleh masyarakat, sedang etika adalah suatu perbuatan baik buruk yang sifatnya lokal. Maka bila dilihat dari sudut pandang Etika, melanggar atau tidak norma kesusilaan itu tergantung dari masyarakat sekitar.

Kita bisa lihat contohnya dari perilaku orang yang berada di tengah kota, suatu bentuk tindakan menyimpang yang dilakukan justru tidak dianggap sebagai pelanggaran norma kesusilaan karena bagi mereka itu adalah gaya hidup atau trend yang di masyarakat sekitar di akui.

Justru jika itu dianggap pelanggaran norma kesusilaan akan dikucilkan. Sebaliknya berbeda dengan masyarakat desa yang masih berpegang teguh pada prinsip adat istiadat, dimana suatu perilaku yang menyimpang justru itu merupakan pelanggaran norma kesusilaan yang jika dilanggar akan di kucilkan oleh masyarakat sekitar, kemudian akan merasa malu dan lain sebagainya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Contoh Norma Kesusilaan: Pengertian, Ciri, Tujuan & Sanksinya. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih 🙂