Pengertian Zaman Praaksara, Waktu & Corak Kehidupannya – Zaman Praaksara menunjukkan tahapan penting perkembangan manusia, mulai dari berburu dan meramu, bercocok tanam, hingga mengenal teknologi logam. Hal ini membantu kita memahami bahwa kemajuan peradaban tidak terjadi secara instan, tetapi melalui proses yang panjang. Beriku ini Pendidik akan menjelaskan tentang zaman praaksara. berikut penjelasannya:
Contents
Pengertian Zaman Praaksara, Waktu & Corak Kehidupannya
1. Pengertian Zaman Praaksara
Zaman Praaksara adalah masa dalam sejarah kehidupan manusia ketika manusia belum mengenal sistem tulisan. Kata praaksara berasal dari dua kata, yaitu pra yang berarti sebelum dan aksara yang berarti tulisan. Dengan demikian, Zaman Praaksara dapat diartikan sebagai masa sebelum manusia mengenal tulisan. Istilah lain yang sering digunakan untuk menyebut Zaman Praaksara adalah Zaman Nirleka, yang berasal dari kata nir (tidak ada) dan leka (tulisan).
Karena belum adanya tulisan, manusia Praaksara tidak meninggalkan catatan tertulis tentang kehidupan mereka. Oleh sebab itu, para ahli sejarah dan arkeologi mempelajari Zaman Praaksara melalui peninggalan benda-benda budaya, seperti alat-alat dari batu dan logam, fosil manusia, sisa-sisa makanan, serta lukisan dinding gua. Ilmu yang berperan penting dalam mempelajari masa ini antara lain arkeologi, paleontologi, dan antropologi.
Zaman Praaksara merupakan masa terpanjang dalam sejarah manusia. Pada masa inilah manusia mengalami proses perkembangan yang sangat penting, mulai dari manusia purba hingga manusia modern, serta perubahan cara hidup dari yang sangat sederhana hingga lebih kompleks. Oleh karena itu, Zaman Praaksara menjadi dasar penting bagi perkembangan peradaban manusia selanjutnya.
2. Waktu Berlangsungnya Zaman Praaksara
Zaman Praaksara berlangsung sejak manusia pertama kali muncul di bumi hingga manusia mengenal tulisan. Karena tiap wilayah di dunia mengenal tulisan pada waktu yang berbeda-beda, maka akhir Zaman Praaksara tidak sama di setiap tempat.
Di dunia, Zaman Praaksara berakhir sekitar 3500 sebelum Masehi (SM), ketika bangsa Sumeria di Mesopotamia mulai mengenal tulisan paku (cuneiform). Sejak saat itu, manusia mulai memasuki Zaman Sejarah, karena peristiwa-peristiwa penting sudah dicatat dalam bentuk tulisan.
Di Indonesia, Zaman Praaksara berakhir jauh lebih lambat dibandingkan dengan wilayah Mesopotamia. Zaman Praaksara di Indonesia berakhir sekitar abad ke-5 Masehi, ditandai dengan ditemukannya prasasti Yupa di Kutai, Kalimantan Timur. Prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta, yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia saat itu telah mengenal tulisan.
Berdasarkan perkembangan teknologi alat yang digunakan manusia, Zaman Praaksara dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:
1. Zaman Batu
a. Pengertian Zaman Batu
Zaman Batu adalah bagian dari Zaman Praaksara ketika manusia menggunakan batu sebagai bahan utama untuk membuat alat-alat kehidupan sehari-hari. Pada masa ini, kemampuan manusia masih terbatas sehingga alat-alat yang digunakan terbuat dari batu, kayu, dan tulang. Zaman Batu merupakan tahap awal perkembangan kebudayaan manusia sebelum mengenal logam.
b. Pembagian Zaman Batu
Zaman Batu dibagi menjadi tiga tahap berdasarkan perkembangan alat dan cara hidup manusia:
1. Zaman Paleolitikum (Zaman Batu Tua)
Ciri-ciri:
Alat batu masih kasar dan sederhana
Hidup berpindah-pindah (nomaden)
Mengandalkan berburu dan meramu
Hidup berkelompok kecil
Alat-alat:
Kapak perimbas
Kapak genggam
Alat serpih
Contoh manusia purba:
Pithecanthropus erectus
Homo habilis
2. Zaman Mesolitikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri-ciri:
Alat batu mulai lebih halus
Hidup setengah menetap
Tinggal di gua-gua (abris sous roche)
Ditemukan tumpukan kulit kerang (kjokkenmoddinger)
Alat-alat:
Kapak genggam kecil
Alat serpih
Batu penggiling
3. Zaman Neolitikum (Zaman Batu Muda)
Ciri-ciri:
Alat batu sudah diasah halus
Hidup menetap
Mulai bercocok tanam dan beternak
Kehidupan sosial lebih teratur
Alat-alat:
Kapak persegi
Kapak lonjong
Mata panah
Kehidupan Sosial dan Budaya Zaman Batu
Muncul kerja sama dan gotong royong
Mulai mengenal kepercayaan sederhana (animisme dan dinamisme)
Terjadi pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan
Mulai membuat tempat tinggal sederhana
- Paleolitikum (Zaman Batu Tua) yakni Pada masa ini, alat-alat batu masih sangat kasar dan sederhana. Manusia hidup dengan cara berburu dan meramu.
- Mesolitikum (Zaman Batu Tengah) yaitu Alat-alat batu mulai lebih halus, dan manusia mulai tinggal sementara di gua-gua.
- Neolitikum (Zaman Batu Muda) adalah Alat batu sudah diasah halus, manusia mulai bercocok tanam dan hidup menetap.
2. Zaman Logam
Manusia mulai mengenal alat-alat dari logam seperti perunggu dan besi. Kehidupan manusia semakin maju dan terorganisir. Zaman Logam adalah salah satu tahap dalam Zaman Praaksara, ketika manusia mulai mengenal dan menggunakan logam sebagai bahan utama untuk membuat alat-alat kehidupan sehari-hari. Pada masa ini, manusia tidak lagi hanya mengandalkan alat dari batu, tetapi sudah mampu mengolah logam dengan teknik tertentu, seperti peleburan dan pencetakan. Zaman Logam menandai kemajuan besar dalam teknologi dan kebudayaan manusia karena alat logam lebih kuat, tajam, dan tahan lama dibandingkan alat batu.
Pembagian Zaman Logam
Zaman Logam dibagi berdasarkan jenis logam yang digunakan, yaitu:
a. Zaman Tembaga
- Manusia mulai mengenal logam tembaga.
- Alat masih sederhana dan jumlahnya terbatas.
- Di Indonesia, Zaman Tembaga tidak berkembang secara jelas.
b. Zaman Perunggu
- Manusia mampu mencampur tembaga dan timah untuk membuat perunggu.
- Menggunakan teknik a cire perdue (cetakan lilin).
- Contoh peninggalan: nekara, kapak corong, moko, arca perunggu.
c. Zaman Besi
- Manusia mulai menggunakan besi yang lebih kuat.
- Alat pertanian dan senjata menjadi lebih efektif.
- Contoh peninggalan: mata kapak, pisau, pedang, tombak.
Corak Kehidupan pada Zaman Logam
Pada Zaman Logam, kehidupan manusia semakin maju dan teratur, ditandai dengan:
- Adanya spesialisasi pekerjaan, seperti pandai besi dan perajin logam (undagi)
- Kehidupan menetap dan berkembangnya perkampungan
- Perdagangan dan pertukaran barang mulai dikenal
- Struktur sosial semakin kompleks
- Berkembangnya kepercayaan terhadap roh nenek moyang, ditandai dengan bangunan megalitik (menhir, dolmen, sarkofagus)
Peninggalan Zaman Logam di Indonesia
Beberapa peninggalan penting Zaman Logam di Indonesia antara lain:
- Nekara (genderang besar dari perunggu)
- Moko(nekara kecil)
- Kapak corong
- Bejana perunggu
- Perhiasan (gelang, cincin, kalung)
3. Corak Kehidupan Zaman Praaksara
Corak kehidupan manusia pada Zaman Praaksara mengalami perkembangan secara bertahap seiring dengan meningkatnya kemampuan manusia dalam beradaptasi dengan lingkungan alam.
a. Masa Berburu dan Meramu
Pada tahap awal, manusia Praaksara hidup dengan cara berburu hewan dan meramu tumbuhan liar. Kehidupan mereka sangat bergantung pada alam. Mereka hidup secara nomaden atau berpindah-pindah tempat untuk mencari sumber makanan.
Manusia pada masa ini menggunakan alat-alat sederhana dari batu, kayu, dan tulang. Kehidupan sosial masih sangat sederhana dan biasanya hidup dalam kelompok kecil. Kerja sama sangat diperlukan untuk berburu hewan besar dan melindungi diri dari ancaman alam.
Baca Juga: Pengertian sejarah
b. Masa Bercocok Tanam
Seiring waktu, manusia mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak. Perubahan ini membawa dampak besar dalam kehidupan manusia. Mereka mulai hidup menetap di suatu tempat karena sumber makanan sudah dapat dihasilkan sendiri.
Pada masa ini, manusia mulai membangun tempat tinggal sederhana, mengenal sistem pembagian kerja, serta menjalin hubungan sosial yang lebih teratur. Alat-alat yang digunakan juga semakin halus dan efektif, seperti kapak persegi dan kapak lonjong. Kehidupan masyarakat mulai berkembang dan muncul kebiasaan bergotong royong.
c. Masa Perundagian
Masa perundagian merupakan tahap lanjut dalam Zaman Praaksara. Pada masa ini, manusia telah memiliki keahlian khusus, terutama dalam pembuatan alat dari logam. Orang-orang yang memiliki keahlian disebut undagi.
Manusia pada masa ini mampu membuat perhiasan, senjata, dan alat rumah tangga dari perunggu dan besi. Kehidupan sosial menjadi semakin kompleks, muncul pemimpin kelompok, dan pembagian kelas sosial mulai terlihat. Selain itu, kepercayaan terhadap roh nenek moyang berkembang pesat, yang ditandai dengan munculnya bangunan megalitik seperti menhir, dolmen, dan sarkofagus.
Zaman Praaksara merupakan masa penting dalam sejarah manusia karena menjadi awal perkembangan kehidupan manusia. Pada masa ini, manusia belajar beradaptasi dengan alam, mengembangkan alat, dan membentuk pola kehidupan sosial. Zaman Praaksara berlangsung sejak manusia pertama muncul hingga manusia mengenal tulisan, dengan waktu yang berbeda-beda di setiap wilayah. Corak kehidupan manusia Praaksara berkembang dari berburu dan meramu, bercocok tanam, hingga masa perundagian. Semua perkembangan tersebut menjadi dasar bagi lahirnya peradaban manusia yang lebih maju di masa berikutnya.
Demikianlah penjelasan singkat tentang Pengertian Zaman Praaksara, Waktu & Corak Kehidupannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi yang membaca. Terimakasih 🙂