Pengertian Cerita Fiksi : Struktur, Unsur dan Contohnya

Pengertian Cerita Fiksi – Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan cerita fiksi? Apakah Anda pernah mengalami pengalaman membaca sebuah cerita pendek atau novel? Jika Anda pernah menikmati karya-karya seperti cerita pendek atau novel, maka Anda sudah merasakan pengalaman menikmati cerita fiksi. Untuk lebih memahami konsep cerita fiksi, mari kita telusuri penjelasan berikut ini dengan cermat.

Contents

Pengertian Cerita Fiksi

Fiksi berasal dari bahasa Inggris fiction yang berarti rekaan atau khayalan. Cerita fiksi menggambarkan situasi yang tidak terjadi secara nyata. Dalam pengertian yang lebih luas, cerita fiksi adalah karya sastra yang dipenuhi dengan imajinasi atau khayalan dari penulisnya, bukan peristiwa yang benar-benar terjadi. Dengan kata lain, cerita fiksi tidak merepresentasikan dunia nyata, melainkan hanya terwujud dalam imajinasi, pikiran, atau khayalan seseorang.

Meskipun cerita fiksi hanyalah produk imajinasi penulis, mereka masih mampu memberikan makna yang mendalam dan bahkan dapat mencerminkan kebenaran dalam hubungan antar manusia secara dramatis.

Cerita fiksi seringkali diinspirasi oleh sejarah, peristiwa, atau pengalaman hidup penulis atau orang lain, yang kemudian diolah dengan tambahan imajinasi penulis.

Ada beberapa jenis karya seni yang termasuk dalam cerita fiksi, seperti:

  • Cerpen
  • Novel
  • Roman
  • Drama
  • Sinetron, dan lain sebagainya

Pengertian Cerita Fiksi Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa itu fiksi, berikut ini adalah paparan para ahlinya:

  • Berdasarkan pendapat Krismarsanti, fiksi adalah tulisan yang menggambarkan kisah berdasarkan khayalan atau imajinasi dari penulis.
  • Menurut Thani Ahmad, fiksi diartikan sebagai narasi cerita yang timbul dari imajinasi penulis tanpa mempertimbangkan kebenaran sejarah.
  • Henry Guntur Tarigan menjelaskan bahwa fiksi adalah hasil dari imajinasi penulis dalam bentuk karya sastra.
  • Menurut Semi, fiksi adalah jenis narasi literer yang berupa cerita rekaan dari penulis tanpa memperhatikan aspek realitas.
  • Menurut Abrams, fiksi adalah karya naratif yang isinya tidak menyaran pada kebenaran sejarah tetapi suatu yang benar ada dan terjadi di dunia nyata sehingga kebenarannya pun dapat dibuktikan dengan data empiris.
  • Altenbernd dan Lewis, Fiksi diartikan sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif, namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasi hubungan-hubungan antar manusia.
  • Wellek dan Warren, Fiksi adalah bangunan struktur yang koheren, dan tetap mempunyai tujuan estetik.
  • Nurgiantoro, Fiksi adalah sebagai prosa naratif yang memiliki sifat imajinatif. Akan tetapi biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.

Ciri-ciri Cerita Fiksi

Ciri-ciri Cerita Fiksi

Dari definisi cerita fiksi tersebut, kita dapat mengenali karya fiksi melalui ciri-ciri berikut:

  • Fiksi diciptakan berdasarkan imajinasi atau rekaan dari pengarang.
  • Kebenaran dalam karya fiksi bersifat relatif dan tidak mutlak.
  • Bahasa yang digunakan dalam fiksi cenderung bersifat konotatif atau tidak sepenuhnya literal.
  • Karya fiksi tidak mengikuti sistematika yang baku.
  • Fiksi seringkali bertujuan untuk mengeksplorasi emosi atau perasaan pembaca, bukan hanya logika semata.
  • Pesan moral atau amanat tertentu sering kali terdapat dalam karya fiksi.

Jenis jenis Cerita Fiksi dan Contoh karya Fiksi

Seblmnya kita sudah membahas secara sekilas jenis-jenis karya sastra fiksi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini jenis-jenis cerita fiksi:

Novel

Novel merupakan bentuk cerita fiksi yang menampilkan seorang tokoh utama yang sering kali ditemani oleh pro dan kontra dalam alurnya. Dari awal hingga akhir, novel mengalami puncak klimaks atau ending.

Berikut adalah ciri-ciri novel:

  • Tidak dapat dibaca dalam satu kali duduk.
  • Plotnya mengarah ke insiden atau kejadian yang beragam.
  • Pengembangan karakter tokoh dilakukan secara menyeluruh.

Dimensi ruang dan waktu yang luas, dengan cerita yang mencakup banyak aspek dan dapat mencapai kesatuan secara inklusif.

Contoh-contoh novel termasuk:

  • Dilan 1990
  • Siti Nurbaya
  • Tenggelamnya Kapal Vander Wick
  • Ketika Cinta Bertasbih

Roman

Roman adalah jenis karya fiksi yang mengisahkan kehidupan seorang atau beberapa tokoh dari kelahiran hingga kematian. Cerita roman sering kali sarat dengan hikmah dan cenderung menuju arah cerita klasik. Roman memiliki beragam jenis, seperti roman petualangan, roman psikologis, roman percintaan, dan lain-lain.

Berikut beberapa contoh karya sastra dalam bentuk roman:

  • “Katak Hendak Jadi Lembu” (Roman Psikologis)
  • “Gadis Empat Zaman” (Roman Percintaan)
  • “Si Dul Anak Jakarta” (Roman Anak dan Remaja)
  • “Neraka Dunia” (Roman Pendidikan)
  • “Mencari Pencuri Anak Perawan” (Roman Kriminal dan Detektif)

Cerpen

Cerpen adalah bentuk karya fiksi dengan cerita yang lebih singkat dan padat dibanding novel dan roman.

Berikut adalah ciri-ciri cerpen:

  • Dapat dibaca dalam satu kali duduk.
  • Plotnya mengarah hanya kepada suatu insiden atau kejadian tunggal.
  • Watak tokoh cenderung tidak dikembangkan secara menyeluruh; jika tokoh tersebut baik, hanya sisi kebaikannya yang ditonjolkan, sementara sisi lainnya tidak.
  • Dimensinya terbatas, baik dalam ruang maupun waktu; cerita lebih terfokus, dalam, dan mendalam, mencapai kesatuan secara eksklusif.

Beberapa judul cerpen antara lain:

  • “Dear Mantan” karya Rizki Dwi Lestari
  • “Piala Untuk Riska” karya Yacinta Artha Prasanti
  • “Maafkan Aku Rakyatku” karya Hamka Firmansyah
  • “Menyesal” karya Flawless
  • “Sekardus Uang Cinta Untuk Lala” karya Benny Hakim Benardie

Struktur Cerita Fiksi

Cerita fiksi memiliki struktur sebagai berikut:

  • Abstrak: Bagian ini berisi rangkuman singkat dari cerita keseluruhan atau inti cerita fiksi. Bagian ini bersifat opsional dan bisa ada atau tidak.
  • Orientasi: Bagian ini menjelaskan tema, latar belakang, dan tokoh-tokoh dalam cerita. Biasanya terletak di awal cerita dan menjadi pengantar bagi cerita fiksi dalam novel.
  • Komplikasi: Bagian ini menguraikan masalah-masalah yang dihadapi oleh para tokoh dalam cerita.
  • Evaluasi: Bagian dari cerita yang membahas tentang upaya penyelesaian masalah yang dihadapi para tokoh, tetapi cerita belum mencapai akhir.
  • Resolusi: Bagian yang memuat inti dari penyelesaian masalah yang dihadapi para tokoh.
  • Koda (Reorientasi): Bagian ini berisi amanat cerita atau pesan moral yang diambil dari cerita fiksi.

Unsur Cerita Fiksi

Dalam cerita fiksi unsur dapat dibagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur instrinsik cerita fiksi meliputi:

  • Tema: Gagasan atau ide dasar yang menjadi landasan suatu karya sastra yang terkandung dalam teks.
  • Tokoh: Pelaku utama dalam cerita.
  • Alur/Plot: Urutan kejadian atau perkembangan cerita.
  • Konflik: Permasalahan yang dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam cerita.
  • Klimaks: Puncak dari konflik atau titik paling dramatis dalam cerita.
  • Latar: Tempat, waktu, dan suasana di mana peristiwa-peristiwa dalam cerita terjadi.
  • Amanat: Pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui cerita.
  • Sudut Pandang: Cara pengarang menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan peristiwa dalam cerita kepada pembaca.

Unsur ekstrinsik dalam cerita fiksi meliputi:

  • Keadaan Subjektivitas Individu Pengarang: Sikap, keyakinan, dan pandangan hidup pengarang yang memengaruhi karya yang ditulisnya.
  • Psikologi Pengarang: Termasuk aspek ekonomi, politik, dan sosial yang memengaruhi cara pengarang menulis.
  • Pandangan Hidup Suatu Bangsa: Nilai-nilai budaya atau pandangan masyarakat yang tercermin dalam cerita.
  • Pengaruh Berbagai Karya Seni Lain: Pengaruh dari karya seni lainnya seperti film, musik, lukisan, dan lain-lain.
  • Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fiksi digunakan untuk menciptakan bahasa yang sesuai dan efektif dalam menyampaikan cerita fiksi secara menyeluruh.

Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi

Dalam teks cerita fiksi, terdapat beberapa kaidah atau tata bahasa yang umumnya digunakan:

  • Metafora: Perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan sebuah benda atau menggambarkan sesuatu secara langsung berdasarkan sifat yang sama.
  • Metonimia: Gaya bahasa di mana kata tertentu digunakan sebagai pengganti kata yang sebenarnya, tetapi penggunaannya terbatas pada kata-kata yang memiliki hubungan yang erat.
  • Simili (persamaan): Digunakan sebagai perbandingan yang eksplisit dengan maksud menyatakan suatu hal dengan hal lainnya. Contohnya: “seumpama”, “selayaknya”, “laksana”, dan sebagainya.

Mungkin cukup sekian pembahasan kali ini mengenai Pengertian Cerita Fiksi : Struktur, Unsur dan Contohnya. Sekian terima kasih.